Selasa, 19 April 2016

Chained Up

Chained Up pt.1
Genre : Gangsteran :v,school life,slice of life,romance,straight (;A;)
Rate  : K (untung adegan pertarungan)
Warning: Typo,alur gaje,perlu otak dengan IQ tinggi untuk baca ini,
Summary     : Tak disangka,Iblis ungu bisa jatuh cinta juga,dengan orang biasa lagi. –kau tak akan menemukan kehidupan normalmu lagi- “Tolong aku”
Info nyempil : Watashi no Seigan hiatus dulu,buntu ;A;)
                                                                                                                          
Tukk.. aku melempar bungkus permen yang baru kuambil isinya kesembarang arah. “Woi! Jangan buang sampah sembarangan disini!” teriakan itu menarik perhatianku,saat aku menoleh..
“Re—ina..”
Terdengar oleh telingaku suara serak yang keluar dari mulutnya yang setengah terbuka. “Tak akan kuulangi” ucapku cepat. “Lupakan” orang tadi berbalik dan pergi.
Sambil menenteng plastik besar berisi beberapa lukisan,aku berjalan menuju sebuah toko pengrajin. Aku akan terus hidup seperti ini,bukankah hidup seperti ini lebih baik daripada mati?
Persetan dengan orang yang mengataiku sebagai orang yang membosankan dan segala macamnya,setidaknya hidupku tak semembosankan mereka. Mau ini tinggal minta,mau itu tinggal minta,hidupku bisa dibilang lebih baik daripada bajingan-bajingan itu. Dan lebih berguna tentunya..haha.

“Terimakasih” aku mengambil beberapa ikat uang berwarna merah lalu berangkat kesekolah. Aku selalu melukis dan menjual hasil lukisanku dengan harga tinggi kemana saja,asal tempat itu mau menerima lukisanku.
Siapa aku? Kau belum tau? Aku..
“Reina..?!”
“apa yang kau lakukan lagi Reina?!” seorang yang lebih tua memisahkan perkelahian antara yang lebih muda.
“Dia meludahi sepatuku” jawab Reina sambil memberikan tatapan tak suka kearah seorang laki-laki yang wajahnya dipenuhi memar.
“Tapi ini keterlaluan,kembali ke kelasmu sekarang!” kata yang memisahkan sambil membawa korban Reina ke UKS.
Disekeliling area itu sudah ramai berkumpul murid-murid satu sekolah Reina,memberikan tatapan tak suka,jijik dan beberapa ada yang tersenyum.
Reina pun berjalan menembus kerumunan manusia itu,mereka semua langsung memberi jalan.

Saat Reina melewati lorong sekolah,para murid langsung menatapnya,antara tatapan kagum dan heran. Kagum karna Reina adalah bintang sekolah dan heran karena pagi-pagi lengan seragamnya sudah digulung keatas,punggung tangannya yang berdarah,dan rambut yang disanggul yang biasanya digerai.
Reina,seorang murid genius di sekolah elit,seorang pelukis sekaligus anggota gangster yang bernama Razzier.

Sebagai seorang murid genius,ia ‘terkadang’ tampil baik disekolah,menjadi bintang sekolah salah satunya,karna dia memiliki wajah yang cantik dan tubuh yang bagus mungkin? Dan jangan lupa rambut hitam-ungunya yang selalu digerai saat disekolah.
Sebagai pelukis dia bisa disetarakan dengan pelukis professional,kalau ia mau,ia sekarang bisa membeli apartemen tingkat 5 dengan uangnya sendiri atau berkeliling dunia seumur hidupnya. Tetapi karna ia adalah seorang genius pasti akan memakai uangnya dengan hati-hati.

Sebagai seorang anggota dari gangster,ia jarang menghadiri pertemuan,walau begitu, gangsternya tak pernah menegur ataupun mengancam akan mengeluarkan Reina dari gangsternya,karna dia juga seorang..sebut saja petarung terbaik? Paling ia akan datang saat gangsternya sudah disudutkan oleh gangster lain.
Gangster lain memanggilnya dengan sebutan Iblis ungu dari Razzier,karna rambutnya yang ia warnai setengah ungu dan semua benda Reina serba ungu.
Kehidupan sekolah Reina masih normal,sebagai murid yang dikagumi dan ditakuti sekaligus,ia tak pernah sombong,ia hanya bersikap…dingin.
Suatu hari,Razzier menggelar duel satu lawan satu dengan gangster lain,karna belum pernah ikut,Reina datang awal ketempat dimana duel itu dilaksanakan.

“Sudah kuduga kau akan datang kali ini Reina,persiapkan dirimu,pastikan kau menang” kata pemimpin Razzier sambil menepuk-nepuk pundak Reina,yang ditepuk pundaknya hanya mengangguk.
Ia melihat banyak anggota Razzier saling bercanda atau pemanasan,sedangkan Reina sendirian,walau jarak mereka dekat,tetapi Reina lebih suka sendiri.
Ia pun melepas sanggul rambutnya sebentar dan mengacak-ngacak rambutnya sedikit.

“Wahh lihat,ada gadis kecil yang tersesat disini,penjaga,tolong antarkan gadis ini pulang” kata seorang lelaki sambil melihat Reina.

Penjaga yang dipanggil hanya melirik sebentar lalu mengalihkan pandangan.
Sedangkan lelaki tadi berjalan mendekati Reina. “Mau apa kau ? pergi dari hadapanku pengganggu” kata Reina sambil menatap jijik lelaki tadi.

“Wah,ternyata dia berani juga ya,Kutantang kau duel nanti!!” teriak lelaki tadi. Para gangster yang didalam ruangan itu langsung menoleh kearah lelaki yang menantang Reina.
“Apa kau sudah gila?” tanya seseorang. “Ya! Aku sudah gila menantang gadis kecil tersesat yang kurang ajar ini” jawab lelaki itu.
Satu ruangan luas itu langsung dipenuhi oleh tawa. “Bro! kau dari gangster mana?” tanya pemimpin Razzier,Fuku.

Seseorang langsung mengacungkan tangannya,dan menyeret lelaki yang menantang Reina tadi keluar ruangan (sebut saja aula).

“Maafkan anggota kami Reina,dia baru” kata seseorang. Reina pun melihat orang itu dari atas sampai ujung kakinya. “Oh,kalian pengguna katana ya? Tak apa,lagian dia baru juga kan” jawab Reina.

Reina benar-benar diperlakukan seperti Ratu kalau sudah di dunia gangster,jangan ditanya lagi,dia petarung terbaik,perempuan lagi.
.
.
Pertarungan pun dimulai,Reina sama sekali tak mengalihkan pandangannya kemana pun selain di area pertarungan,memerhatikan setiap orang yang menggerakkan senjatanya ataupun menggeram kesal. Seakan-akan dia seorang komentator fashion yang akan mengomeli korbannya dengan kata-kata pedasnya.
Saat laki-laki menjengkelkan tadi pun tiba.
“Aku menantang.. Reina dari Razzier!” teriaknya penuh percaya diri. “Kau mau mati ya?” tanya pemimpin gangsternya. “Kau memanggil malaikat mautmu” Reina maju kedalam arena pertarungan.

Reina menyanggul rambutnya lagi,melilitkan kain di tangannya dan menyiapkan sebilah belati berukir mawar di mata pisaunya.

“Hanya menggunakan pisau? Aku menggunakan Katana lho” kata lelaki yang menantangnya sambil menodongkan Katananya. “Sudah kubilang,kau memanggil malaikat mautmu” jawab Reina.

Seisi aula langsung tertawa,saling berbisik,dan menatap lelaki yang menantang Reina dengan tatapan tidak suka.

Tenggg,bel pun berbunyi,lelaki tadi menyerang duluan,sedangkan Reina hanya menatapnya sambil memasang tampang poker face.

Saat sebilah katana hampir mengenai dirinya,Reina langsung menghindar,menyandung kaki penantangnya hingga tersungkur. Lalu menginjak tangan lawannya sehingga  lawannya itu melepaskan senjatanya.

Reina yang melihat lawannya yang sudah terbaring di lantai itu langsung berjongkok. Reina menendang jauh-jauh katana yang digunakan penantangnya tadi. Diraihnya rambut basah karna keringat lawannya itu,ditariknya hingga kepalanya terangkat.

“Kau belum siap mati,malaikat mautmu akan datang saat kau memanggil lagi” kata Reina tersenyum sambil mengacungkan belatinya yang mengkilap dikenai efek lampu.
Lawannya yang sudah tak bisa apa-apa hanya meringis kesakitan. Lawannya itu segera disingkirkan oleh petugas disitu.

Reina kembali berdiri lalu menyimpan kembali belatinya.
“Malaikat mautmu menjemput saat kau memanggilnya!!” teriak Reina,diikuti oleh sorakan gangster Razzier.
Itulah yang menjadi ciri khas Reina selain rambut ungunya,ia akan berteriak dengan kata-kata khasnya setelah menang melawan orang yang menantangnya.
(***)
Kringg… bunyi terkutuk bagi setiap pendengarnya…bunyi itu terus berdering,hingga sang pemilik membantingnya ke lantai dengan setengah sadar.

“uh?Huh?” Reina bangkit duduk,berusaha membuka matanya yang memberontak itu,dan berusaha mencerna apa yang terjadi. Setelah melihat sebuah jam beker yang pecah dilantai,ia paham apa yang terjadi. Dia memecahkannya.lagi.

Hari ini dia akan sekolah dengan normal,walaupun masih diserang kantuk karna pertarungan semalam dan juga karna dia harus menempel beberapa plester luka di wajah,lengan dan kaki putihnya itu. Ditambah harus memakai syal karna hari ini lumayan dingin
Ditengah perjalanan,ia menghidupkan handphone nya dan menyetel beberapa lagu sambil memakai earphone. Menurutnya itu sarapan terbaiknya.

Saat turun dari kereta api,ia berjalan menuju sekolahnya. Tampak gedung bertingkat 4 dengan halaman seluas stadium,itu adalah sekolahnya,SMP Kuroi Pearl. Nama yang aneh untuk sekolah ya?

Reina masih menunggu rambu-rambu pejalan kaki berwarna hijau,tiba-tiba ada seseorang berlari disampingnya,berlari menuju jalan raya yang penuh kendaraan melaju cepat. Dengan cepat pula seseorang tadi tertabrak hingga terpental menuju pagar pembatas jalan.
Reina yang melihat kejadian mengenaskan itu didepan matanya,segera menarik earphone nya dan berlari menuju korban tabrakan itu.

Dilihatnya orang yang tertabrak tadi,tampaknya kakak kelas sekolah lain,soalnya dia memakai seragam SMA. *Apa yang dilakukan anak SMA di sini? Didaerah sini kan tak ada SMA?* pikir Reina
Orang itu benar benar terluka parah,tampak dari atas keningnya mengalir darah dan beberapa sobekan di seragamnya,sedangkan tasnya masih tergantung di bahunya.

“Hubungi Ambulan cepat!!” teriak Reina ke orang sekitar yang hanya terpaku melihat. Reina segera melepas syalnya dan menekan lukanya agar pendarahannya terhenti sementara.

*kumohon bertahanlahh…* Reina terus berharap,dan terus menekan syalnya di tempat luka orang itu. Sementara itu,sang korban sedang pingsan,terdengar suara ambulan dari kejauhan.
.
.
Sebagai seorang saksi jelas kecelakaan itu,Reina harus mengurus beberapa hal dengan polisi,menjelaskan kejadian rincinya,karna ia benar-benar terlambat kesekolah,ia menitip surat ke polisi untuk sang korban kecelakaan itu.

Ia pun berlari menuju sekolah,absen, dan segera masuk ke kelas.
Grekk.. bunyi suara pintu kelas di geser. “Permisi..” Reina masuk ke kelasnya. Tampak sang guru sudah memulai pelajarannya.
“Ada apa Reina? Kenapa bisa terlambat? Dan kenapa lengan dan rokmu ada bercak darah?” tanya gurunya sambil memberi tatapan interogasi.

“Tadi..saya habis menolong orang yang kecelakaan” jawab Reina sambil melihat lengan dan roknya, “Cepat bersihkan dan kembali ke kelas” kata gurunya.
Reina pun keluar kelas lagi untuk mencuci darah itu dan segera berlari lagi ke kelas.
.
.
Kruuukk..
Perut Reina benar-benar kosong sejak pagi,dan istirahat ini ia ingin mencetak rekor makan siang terbanyak di sekolahnya.

“Um..Ramen nya 1,onigiri nya 3,dan 5 tusuk dango ya” kata Reina sambil tersenyum kearah ibu kantin. Sambil menunggu makanannya disiapkan,dia melihat-lihat,tempat duduk yang masih kosong disebelah mana.

Setelah pesanannya sudah jadi semua,ia duduk di tempat yang kosong.

Jika murid-murid lain melihatnya seperti ini mungkin mereka akan berpikir kalau Reina bosan mempunyai badan bagus atau sedang galau. Tapi Reina benar-benar lapar sekarang.

Saat ia sedang makan ramen,seseorang menghampiri mejanya. Sambil membawa nampan,ia bertanya “boleh aku duduk disini?”. reina hanya mengangguk dan melanjutkan makannya.

Orang itu duduk di hadapan Reina,ia membuka mulut hendak bertanya kenapa Reina memesan banyak sekali makanan. “Aku lapar” kata Reina tiba-tiba. Ah,rupanya Reina sudah tau kalau ia akan menanyakan makanan.

“Kalau kau penasaran,nama orang itu adalah Kirikawa Yori” kata orang itu tiba-tiba, “Orang yang mana maksudmu?” tanya Reina sambil meletakkan sumpitnya,ia selesai makan ramen.
“Yang kemarin menantangmu” kata orang itu lagi. “Seingatku aku tak pernah bertanya kepada orang sepertimu” kata Reina sambil membuka onigirinya yang pertama.

Orang yang duduk semeja dengan Reina itu adalah Shinkawa Hito,adik dari Shinkawa Fuku,pemimpin Razzier. Hito juga anggota dari Razzier.
“Jahat sekali kau Reina” kata Hito. “Oh,aku ingat,aku dengar tadi kau terlambat kesekolah,dengan lengan dan rok penuh darah,habis bertarung dengan siapa?” tanya Hito. “Arghh,gak penuh darah kok! Lagian aku juga gak habis melawan siapa-siapa” jawab Reina kesal.
“Menurutku kau tak akan masuk dalam buku hukuman,anak genius~~” kata Hito sambil meng-imut-imutkan-mukanya. “Hentikan Hito,orang-orang menatapmu dengan tatapan menjijikan kau tau?” Reina mulai menggigit dango pertamanya.
(***)
Sepulang sekolah Ia benar-benar luang,tugas sekolah tak ada,kerjaan rumah juga tak ada,kegiatan klub juga sedang diliburkan,gangsternya juga sedang tak berkumpul. Ditambah ia pulang cepat hari ini karna hari dingin,jam 1 siang.

Ia pun berpikir untuk menjenguk korban kecelakaan itu,*hari ini benar-benar dingin..* pikir Reina sambil memegang pipinya.
Omong-omong soal dingin,syalnya tadi pagi..untuk menekan pendaharan itu.. sekalian saja ya?
.
.
“Um..korban kecelakaan yang datang sekitar jam 7 lewat tadi pagi.. cowok..pakaian SMA Zakura” kata Reina ke resepsionis. “Oh ada diruangan A-31” jawab resepsionis.
Reina pun bergegas menuju ruangan yang diberitahu resepsionis itu,untung saja ia tak perlu tersesat dirumah sakit untuk mencari ruangan A-31.

Grekk.grekk.. digesernya pintu ruangan yang bertuliskan A-31. “Permisi..” Reina masuk kedalamnya. Tampak seorang lelaki memakai pakaian rumah sakit duduk diselimuti selimut putih,perban dikepalanya dan sedang membaca secarik kertas.

“Oh sudah sadar rupanya?” tanya Reina sambil mendekat. “Um..apa kau yang menolongku?” tanya laki-laki itu. Reina mengangguk “Terima kasih ya,ini surat darimu kan,maaf sudah merepotkanmu” kata laki-laki itu sambil tersenyum.

Reina hanya mengangguk sebentar,menatap wajah laki-laki itu..ia tak menyadari tadi pagi kalau wajah lelaki itu lumayan..tampan. mungkin karna ditutupi oleh darah.

“Oh..um..aku Hana Reina,panggil Reina saja,SMP Kuroi Pearl” kata Reina memperkenalkan diri. “Reina..?? aku tak asing mendengar nama itu? Namaku Kirikawa Yoshi,panggil Yoshi saja,SMA Zakura” balas Yoshi.

“Ya..namaku pasaran sih kayaknya” kata Reina. Ia juga sebenarnya pernah mendengar nama Kirikawa Yoshi,tapi ia lupa dimana dan kapan.
.
.
Perbincangan antara Reina dan Yoshi berlangsung lama dan berujung Reina mengantarkan Yoshi pulang. Ternyata luka yang diderita Yoshi tak terlalu parah hingga sorenya ia sudah diperbolehkan untuk pulang.

“Jadi..kau tinggal sendiri?” tanya Reina. “Sebenarnya aku tinggal bersama kakak laki-lakiku,tapi dia…kabur dari rumah,membawa katana milikku,dia itu.benar-benar….” Yoshi mengepalkan tangannya kuat-kuat.

“Hah? Siapa nama kakakmu?” Reina makin penasaran. Rasa penasaran Reina membuat Yoshi menceritakan masalah keluarga nya yang kaya,orang kaya punya masalahnya sendiri-sendiri kan? Berujung mereka tinggal berdua,karna kakaknya yang terbiasa hidup mewah,ia kabur dari rumah.

“Maaf membuatmu menceritakannya” kata Reina menunduk sedih. “tak apa,aku lega karna sudah menceritakannya ke orang lain” jawab Yoshi.

Setelah mendengar cerita Yoshi,sekarang Reina ingat kenapa ia tak asing mendengar nama keluarga Yoshi,kirikawa. Itu adalah nama dari orang yang menantangnya pada pertandingan satu lawan satu malam itu. Kirikawa Yori.

“Kenapa tadi pagi kau berlari seperti dikejar setan seperti itu?” tanya Reina. “Uh..suatu malam kakakku pulang,tangan kanannya berdarah dan bengkak,kakinya juga sakit sampai membengkak,wajahnya juga banyak luka lebam aku bertanya kepadanya ada apa,dia bilang dia dihajar oleh gadis SMP dengan tangan kosong,tentu saja aku tak percaya,gadis macam apa itu? Gadis jadi-jadian? Melawan kakakku yang membawa katana? Katanya dia sih dari SMP kuroi Pearl dan petarung terbaik di gangster Razzier” Yoshi tertawa sebentar.
Reina terpaksa tertawa..ya..itu dia..yang menghajar kakaknya Yoshi,dan apa apaan itu? Reina dikatakan gadis jadi-jadian? Ingin ia melempar Yoshi ke tengah jalan lagi agar tertabrak sambil tertawa puas.
Tapi sebentar.. apa tadi Yoshi bilang?? Yori itu tau dimana Reina bersekolah? Kesialan macam apa ini.
Saat sampai di depan rumah yang sederhana..
“Terima kasih untuk semuanya Reina” Yoshi membungkuk tanda terimakasih. “Ah,tidak apa----“ Reina langsung terpaku saat melihat sosok yang dari tadi dibicarakan oleh Yoshi,Yori berdiri di daun pintu sambil menatap Reina kaget.

“APA INI?!” teriak Yori. Yoshi langsung menoleh ke Yori,kakaknya itu. “eh kenapa? Ini Cuma ketabrak biasa kok” kata Yoshi. “B-bukan..dia..perempuan itu..apa yang dia lakukan disini?!” tanya Yori. “Dia yang menyelamatkanku dari kecelakaan kak,memang kenapa?” tanya Yoshi.

Reina hanya bisa terdiam,ia tak bisa kabur sekarang. “Tak mungkin! Dia adalah Iblis Ungu ! Dia adalah gadis yang membuatku seperti ini!” seru Yori. Yoshi pun ikut kaget dan langsung menoleh kearah Reika yang sedang menunduk dan mengepalkan tangannya.

“Maafkan aku,tapi itu bukan salahku,kakakmu yang menantangku untuk bertarung satu lawan satu,itu adalah salahnya” kata Reina. Ia pun segera berlari pergi meninggalkan Yoshi yang perlu penjelasan sepanjang tembok cina.

*reina? Gadis baik hati itu adalah petarung terkuat yang menghajar kakakku pengguna katana?!* pikir Yoshi,ingin ia bersemedi di dalam gua sendirian sambil mencerna apa yang telah terjadi.
(***)
Reina versi kebelet wkwk+versi gangster

Rabu, 23 Maret 2016

Watashi no Seigan (permohonanku pt.2)

v Permohonan pt.2
Genre                        : Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy.
Warning!!Typo,alur kecepetan.
Rate T  untuk saat ini.
                                                                                                                                           
Dia sudah semakin dekat,tak perlu bertahun tahun untuk menemukannya
            Ryu pun membuka matanya *sudah dekat ya…*
(***)
            Hari sudah berganti,sesuai janji,jam 10 di depan toko Yoshida. *Mana Yoshida? Dia belum datang,di dalam toko juga tak ada,sudah lewat 15 menit* Ryu yang tidak suka membuang buang waktu hampir pasrah untuk menunggu kedatangan Yoshida,sebelum sebuah suara memanggilnya..
            “Ryu !” dari kejauhan tampak Yoshida yang sedang berlari sambil meneriakkan nama Ryu. *ah,itu dia* . “Maafkan aku-- terlambat,aku bangun kesiangan,kalau begitu--ayo” Yoshida berusaha bicara tenang setelah berlari jauh. “Apa tidak istirahat dulu? Aku tau kau kelelahan” kata Ryu. Yoshida menggeleng dan langsung mengajak Ryu ke stasiun terdekat untuk naik kereta menuju daerah Shimezaka School.
            “Jadi..seperti apa Shimezaka School ini?” Tanya Ryu saat ditengah perjalanan di dalam kereta. “Kau akan tahu saat melihatnya sendiri” kata Yoshida sambil tersenyum,Ryu pun hanya mengangguk pelan.
            Saat mereka sampai di daerah tempat dimana yang mereka tuju..
            “Jadi..daerah mana ini?” Tanya Ryu. “Kau benar benar tak tahu daerah ini ya? Ini daerah Kyoto,dekat dengan daerah tempat tinggal kita,Osaka” jawab Yoshida. “Soalnya aku dibesarkan dipulau terpencil,dan tak pernah keluar pulau itu,walaupun disana hampir mirip dengan Osaka,tapi aku sama sekali tak tahu akan daerah luar,jadi ya… begitulah” kata Ryu mengarang cerita. “Oh begitu..pantas saja kulitmu putih salju” kata Yoshida. Ryu pun melihat lengannya dan mengangguk pelan.
            Mereka pun akhirnya sampai di depan pagar sekolah yang disebut sebagai Shimezaka School ini,setelah berbicara dengan penjaga gerbang,akhirnya mereka diperbolehkan masuk. Saat masuk halaman,mereka disambut oleh hamparan rumput hijau,disebelah kanan gedung adalah taman,sedangkan disebelah kiri gedung adalah lapangan olahraga. Gedung dibagi menjadi 3 bagian; Gedung utama diisi oleh Perpustakaan 1 dan perpustakaan 2,kantor guru,aula,dan beberapa ruang kosong untuk dipakai klub.  Sedangkan gedung yang berada disebelah kanan gedung utama adalah tempatnya kelas 1 dan 2,gedung sebelah kiri gedung utama adalah bangunan khusus kelas 3.
            Ryu dan Yoshida pun berjalan jalan mengelilingi Shimezaka School sambil meminum minuman yang Ryu bawa di tas selempangnya. “Apakah uang sekolahnya,besar? Maksudku,apa mahal? Saat kita masuk saja rasanya sudah seperti padang rumput” kata Ryu. “Ya lumayan lah,tapi jika sudah masuk kesini pasti tak menyesal,sekolah ini termasuk sekolah favorit,jadi..terserah padamu mau apa tidaknya” kata Yoshida. “Bagaimana kau membayar uang sekolah mu yang lumayan ini dengan pekerjaanmu? Bukan meremehkan maksudku..ya gitu” Tanya Ryu heran. “Aku masuk dengan beasiswa,walaupun setiap hari juga dikirim uang bulanan oleh orangtua ku” jawab Yoshida.
            “Oh iya,setiap penerimaan murid baru,sekolah ini mengadakan seleksi beasiswa,tesnya sangat sulit,jadi kusarankan kalau mau masuk dengan beasiswa IQ mu harus diatas rata rata” lanjut Yoshida lagi. “Oh..berarti kau termasuk murid genius ya,tenang..IQ ku juga diatas rata rata kok” balas Ryu sambil memasang muka smirk. *Iya maksudnya IQ ku diatas rata rata manusia* gumam Ryu dalam hatinya.
            Saat mereka menuju gedung utama,ada orang lain juga yang sedang di sekolah,yang ternyata adalah murid Shimezaka School. “Oi,Yuki!” panggil Yoshida dari kejauhan. Orang yang dipanggil pun menoleh,”Oh ketua osis Yoshida! Ada apa? Kok datang kesekolah?” Tanya orang yang bernama Yuki itu. “oh,aku sedang menemani calon murid baru disekolah kita ini untuk melihat lihat” jawab Yoshida.
            “Ryu,ini yuki,Yuki ini Ryu” Kata Yoshida sambil memperkenalkan Ryu ke Yuki. “Oh namanya Ryu,sifatmu tiba-tiba berubah seperti ini Yoshida,biasanya kan—“  TAK! Sebelum Yuki selesai berbicara,Yoshida langsung menjitak kepala Yuki. “Aww,apaan sih? Kalau begitu aku harus mengurus hal lainnya,Baiklah Ryu,sampai ketemu saat penyambutan murid baru~ daah~” Yuki melambaikan tangannya sambil berlalu pergi.
            Setelah selesai melihat lihat Shimezaka School,Yoshida dan Ryu pun kembali ke Osaka.Yoshida memberikan Ryu daftar apa saja yang harus dimiliki oleh murid Shimezaka. “Apa semua barang ini ada di Osaka?” Tanya Ryu sambil memperhatikan daftar yang diberikan Yoshida. “Ada,malahan lengkap,mau kutunjukkan tempatnya?” tawar Yoshida,takutnya Ryu tersesat. “Ah tidak,sepertinya aku tau kok,terima kasih ya Yoshida,aku akan berusaha untuk test nanti” Ryu berterima kasih kepada Yoshida sampai membungkuk. “Ah tidak apa,kalau ada yang ingin ditanyakan,telepon saja nomorku ya” kata Yoshida. “tapi aku tidak punya nomormu,hanya nomor tokomu” Seingat Ryu pun Yoshida tak pernah memberikan nomor teleponnya. “Lihat dibalik kartu nama kemarin” Yoshida pun tertawa kecil. “Apa ini suatu kebetulan,haha. Oke aku akan pulang dulu,sampai jumpa di penyambutan siswa baru,Ketua Osis!” kata Ryu sambil melambaikan tangannya dan berjalan pulang menuju apartemennya.
(***)
            Saat Ryu sudah sampai di apartemennya,ia benar-benar menghayati daftar barang-barang yang harus ia miliki. *barang apa ini..harus beli dimana..* hanya kata-kata itu yang berputar di dalam otak Ryu. *ternyata banyak hal yang belum kuketahui tentang manusia ya* pikirnya.
            Setelah memutar semalaman,ia pun teringat akan ponselnya yang bisa men-search gugel. Ia pun mencari cari info tentang barang-barang yang dibutuhkannya. Setelah setengah mati mencari digugel,keesokan harinya ia mulai menjelajahi Osaka untuk mencari barang-barang kebutuhannya.
            Saat Ryu bersiap-siap akan tidur,hp nya bergetar diatas meja nakasnya. Ia pun cepat-cepat mengangkatnya. “Moshi moshi,Ryu disini..” kata Ryu setengah ngantuk “Maafkan aku Ryu menghubungimu tengah malam seperti ini,aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah membeli barang-barang yang kau butuhkan? Apa perlu bantuan?”  tanya suara diseberang sana yang ternyata adalah Yoshida.
            “Ah,Yoshida,kirain siapa,soalnya aku belum men-save nomor hp mu,aku akan membelinya besok kok,tak apa,aku tak butuh bantuan,terima kasih,hoah—“ Ryu mulai menguap. “Oke kalau begitu.. sebentar.. aku dapat info kalau tes beasiswa akan dilaksanakan lusa,bersiap siaplah,jaa” Yoshida pun menutup hp nya. Ryu pun berjalan dengan setengah sadar menuju kasurnya dan mulai tak sadarkan diri dan ambruk pas diatas kasurnya.
Kau sudah punya semua yang kau butuhkan,kami serahkan semua sisanya padamu,kekuatan yang bisa kau pakai hanya satu,pedang api birumu ,pesan terakhir kami,Pusat.
            Ryu pun terbangun kembali,pesan itu singkat tetapi entah kenapa ia bangun saat hari sudah pagi. Ia pun teringat bahwa hari ini ia akan sibuk sekali. Secepat kilat ia segera membersihkan diri dan memakai satu-satunya baju yang ada di lemarinya,ia menambah daftar belanjanya ;  baju. Ia benar-benar butuh baju.
            Ryu berjalan menuju pusat perbelanjaan terdekat,ia pun membeli beberapa baju yang menurutnya bagus,dan..berwarna biru semua,dan beberapa celana panjang dan pendek. Lalu jangan lupa perlengkapan sekolah.
            Setelah menenteng beberapa kantong belanja,ia menuju toko elektronik untuk membeli sebuah laptop. Ia memilih laptop berwarna..biru (lagi). Saat ia ingin membayarnya,uangnya tinggal beberapa lembar lagi,ia pun mengambil kartu atm yang bercorak emas dan silver. “Wah,kartu unlimited,pasti anda benar-benar kaya ya” kata penjaga toko elektronik itu. Ryu hanya tersenyum dan berjalan pulang. Jika orang-orang melihat Ryu yang menenteng banyak tas belanjaan pasti mereka berpikir ‘wah,tumben ada lelaki shopaholic’ atau yang berpikiran ‘istrinya benar benar menyiksanya ya’. Dan yang ada dipikiran Ryu adalah *menjadi manusia itu ribeett*.
            Sesampainya dirumah,hari sudah malam dan Ryu benar-benar lelah rasanya tulang punggung dan kakinya mau patah. Setelah baring-baring sebentar,ia langsung beres-beres dan bersiap siap untuk keluar apartemen lagi dikarenakan makanan didalam kulkas Ryu sudah habis. Ia pun memilih untuk makan di sebuah restoran kecil.
            Ia memesan tuna sushi dan lemon tea. Terlintas dipikirannya *sedang apa Yoshida sekarang? Apa aku harus membungkus beberapa makanan untuknya?*. Tiba-tiba dari belakang,seseorang menepuk  pundak Ryu,ia pun tersedak dan langsung meminum lemon tea nya. “Ah,maaf maaf” kata seseorang itu. Ryu pun melihat kebelakangnya, “Yuki? Yuki kan? Sedang apa disini?” tanya Ryu kaget,lelaki yang bertemu dengannya baru 3 hari yang lalu di sekolah Shimezaka bertemu lagi di restoran.”Tadi aku melihatmu dari luar,makan sendirian..apa aku boleh duduk disini?” tanya Yuki sambil memegang kursi di hadapan Ryu . “Oh silahkan” kata Ryu sambil tersenyum.
            Yuki pun memesan secangkir kopi. “jadi..kau tidak bersama Yoshida? Apa kalian sedang bertengkar?” Yuki benar benar memberikan pertanyaan ambigu. “Oh? Memang kenapa? Apa aku tampak sedekat itu dengan Yoshida?” tanya Ryu heran.“Ehh? Kukira kalian ini sepasang kekasih? Bukan ya?” tanya Yuki. Ryu menggelengkan kepalanya.  “Emang ga biasa ya dua lelaki berjalan berdua?” tanya Ryu. “Bukan gitu sih.. hanya saja Yoshida itu orangnya..dingin..kejam,dan bermotto dimakan atau memakan,dia dijuluki Red Yoshi” kata Yuki dengan wajah serius. “Kau bercanda? Dia itu ramah tau,dia sudah banyak membantuku” kata Ryu tak percaya,tetapi melihat wajah Yuki yang serius,dia ragu. “yahh,lagipula itu setahun yang lalu,sifatnya juga lama lama berubah,jaga dia ya,sampai jumpa,maaf jika mengganggumu” Yuki pun beranjak dari tempat duduknya dan buru-buru pergi.
            “Dia seperti sedang dikejar kejar setan saja,kenapa sih?” Tanya Ryu. Ia pun lanjut meminum lemon teanya karna sushinya sudah habis. Ia pun segera beranjak pergi dan membayar makanannya. Saat diluar restoran,ia melihat Yuki berjalan cepat, “Lho bukannya sudah agak lama ya dia keluar?” Tanya Ryu heran.
            “Ryu!” suara seseorang mengagetkan Ryu lagi. “Yoshidaaa,kukira siapa..kok disini?” Tanya Ryu. “Tadi aku melihatmu sedang didalam sendirian” kata Yoshida. “Apa kau berpapasan dengan Yuki tadi? Soalnya ia belum jauh kulihat” kata Ryu sambil melihat lurus kearah jalan dimana Yuki berjalan cepat tadi. “Tidak.. hey Ryu,apa kau serius keluar malam malam seperti ini hanya memakai kaos lengan panjang? Tidak merasa kedinginan?” Tanya Yoshida,ia memperhatikan Ryu dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Biasa saja,kalau begitu aku akan pulang,aku akan bersiap untuk tes besok,doakan aku ya” kata Ryu. “Baiklah,sampai jumpa dipenerimaan siswa baru” kata Yoshida. Ryu pun membalasnya dengan senyuman,lalu berjalan menuju apartemennya yang berjarak beberapa blok dari restoran. Ditengah perjalanan,ia membeli beberapa bahan makanan untuk kebutuhannya sebulan kedepan.
(***)
            Kriiingg… tek. Ryu mematikan bekernya,dilihatnya jam bekernya menunjukkan angka 05:30 AM. Ia pun bangun dari tempat tidurnya,membuka gorden. *Langit masih biru..* pikirnya.
            Ia pun segera membersihkan diri,dan membuat sarapan. Saat sarapan,ia melihat jam tangannya menunjukkan 06.00,ia pun segera menghabiskan sarapannya,mengambil tas dan berlari menuju stasiun untuk menuju Kyoto,lebih tepatnya Shimezaka School. Perjalanan dari Osaka menuju Kyoto memakan waktu sekitar 20 menit.
            Saat di stasiun,ia melihat ramainya stasiun dipagi hari. Ia pun perlu sekuat tenaga untuk keluar dari keramaian itu,diingat tingginya yang hanya 162 itu harus membuatnya terburu-buru agar tak terinjak-injak.
.
.
            Ia pun sudah sampai digerbang, ia melihat jam tangannya menunjukkan angka 06:35. Memakai kaos lengan penjang,celana jeans hitam,rambut coklat muda dengan sedikit warna biru tua dibagian poninya dan memakai sepatu sekolah yang lumayan bermerek. Orang-orang memandanginya dengan tatapan ‘woah’,bagaimana tidak,cewek saja akan dibuat melelah dengan wajah imutnya,apalagi cowok. /ehem/
            Ia pun mengerjakan tes dengan mudahnya dan menjadi yang pertama mengumpulkan lembar jawabannya,sedangkan yang lain mungkin sedang banting otak. Jangan ditanya,dia bukan manusia dan IQ nya diatas rata-rata manusia tentunya. Ia keluar ruangan tes sambil meregangkan otot ototnya yang kaku karna sejam duduk dikursi.
           Sambil menunggu yang lain selesai,ia berkeliling untuk melihat kembali Shimezaka School ini. Satu persatu orang orang pun keluar ruangan tes dengan wajah lesu,beberapa ada yang berwajah percaya diri. Ryu pun menuju kantinnya,disana sudah ada beberapa orang yang duduk dan makan. Ryu pun membeli 2 bungkus onigiri dan sekaleng soda,mencari tempat duduk yang diujung,yang sepi.
            Saat ia sedang makan,beberapa orang mendekati nya. “Boleh kami duduk disini?” Tanya salah satu dari mereka. Karna meja yang Ryu tempati panjang dan memuat banyak kursi,tak mungkin ia berkata ‘ini wilayahku,Ryu! Ingat itu’ . Ia pun mengangguk dan melanjutkan makan.
            Mereka pun saling memperkenalkan diri kepada Ryu dan berbincang bincang sebentar. “kau yang tadi pertama keluar ruangan tes kan? Bagaimana menurutmu tesnya?” Tanya orang yang duduk dihadapannya. “Yah…lumayan sulit” sebenarnya Ryu ingin menjawab ‘Sangat gampang,sampai aku ingin mengerjakan yang 10 kali lebih sulit’ tetapi ia ingat posisinya. Orang-orang yang mendengarnya hanya menganga. “Biasanya selesai tes,mereka akan berkumpul dan membicarakan tesnya yang sulitnya tak bisa dijangkau murid SMA,tetapi kau hanya duduk dipojokan seperti ini,tampaknya kau ini jenius ya” kata orang yang duduk ditengah. Ryu pun hanya tersipu mendengarnya dan tertawa kecil.
            Beberapa jam kemudian mereka,para calon murid dikumpulkan disebuah aula yang sudah tertata banyak kursi. Ryu dan teman-teman barunya tadi pun duduk dibarisan depan. Mereka sangat deg-degan menunggu hasil,siapakah yang akan mendapatkan beasiswa.
            Sang ketua osis,Kim Yoshida,naik keatas podium memegang beberapa lembar kertas. Terdengar beberapa teriakan perempuan dan bisik-bisikan. “Itu si Ketua osis!!” “Yaampun Kim Yoshidaa~” “demi laptop tersayang,dia sangat tampaaan~~”. “Kim Yoshida benar-benar populer diantara wanita wanita,tak diragukan lagi,dia benar benar sangat populer,sampai calon murid pun mengenalnya” kata laki-laki yang duduk disamping Ryu. Ryu pun hanya mengangguk-ngangguk. *Ooh..ini sisi lain seorang Kim Yoshida* gumamnya dalam hati.
            Sang ketua osis pun sedikit berpidato lalu mengumumkan siapa yang mengambil beasiswa itu. “Yang memperoleh nilai tertinggi,sekaligus yang menjadi siswa terpilih yang mendapatkan beasiswa…” terjadi jeda yang menyebabkan ketegangan terjadi. Aula itu begitu hening. Yoshida pun tersenyum kecil ke Ryu, *Oh dia menemukanku* kagetnya dalam hati. “Mazaki,dia tersenyum kearahmu” bisik teman disebelahnya. “Mazaki Ryu!” kata Yoshida dengan lantang. Ryu pun sangat senang hingga rasanya ia ingin mengeluarkan sayapnya dan terbang.
            Semua calon murid siswa Shimezaka pun langsung ribut dan berbisik-bisik. “Oh,dia yang pertama selesai tes kan?” “orang yang berponi biru kan?” “manusia imut itu?”. Teman-teman baru Ryu pun bertepuk tangan dan menepuk-nepuk pundak Ryu. “Ada yang ingin kau ucapkan sedikit Ryu?” Tanya Yoshida lewat mikrofon. “Dia langsung memanggilnya dengan nama belakang?!” “siapa sebenarnya dia?” “apa hubungannya dengan Yoshida??” ,para cewek mulai berisik lagi. Ryu hanya menggeleng lalu tersenyum. “Baiklah..sepertinya teman kita Mazaki Ryu,terlalu senang hingga Speechles,kertas hasil tes sudah kami tempelkan di madding,sekarang semuanya boleh bubar” kata Yoshida.
            Setelah bubar,Ryu pun dipanggil keruangan Osis dan ternyata ia ditunjuk untuk pidato perwakilan siswa saat penerimaan siswa baru,dengan senang hati Ryu menerimanya. Yoshida pun senang karna ia tak salah menunjuk orang.

(***)

Selasa, 15 Maret 2016

Curhatan Kokoro Seorang Reina (Curhatan Kpopers) pt.1

Halo manusia yang kesepian akan kasih sayang //bercanda
 Reina cuma mau curhat. Kan Reina itu Otaku+Kpopers,diantara kalian yang kpopers pasti pernah dikucilkan/dibully kan dilingkungan kalian? misalnya sekolah gitu.. dibilang macem macem lah, "Apa gay gitu disukai?" Lah situ tau bias saya gay darimana?
"Apa oplas gitu disukai?" Lah situ tau bias saya oplas darimana?
Kadang ada yang ngejek tapi secara gak langsung.. misalnya.. kita lagi di pojokan dengerin lagu atau nonton mv gitu kan,tiba tiba para manusia itu datang "Ih keren ya,kemarin aku liat lho,keren banget kan,yang gini gini gitu!" Eh sampeyan siapa sih? kan kesel liatnya gitu,udah di pojokan juga masih aja digangguin ,situ maunya apa hah?
Ada juga tipe yang suka ngomongin dibelakang..
Ini yang paling Reina gak suka! kalau mau nyindir di depan aja
Ada juga yang tau tau nyanyiin lagu yang biasa kita dengerin,contohnya (ini real) Reina nyanyiin Stop stop it-got7 bagian reffnya "Hajima hajima haji hajima~" nah ntar haters kpopers yang denger nyanyiin juga,tapi gak di deket Reina,jauh di kebon jagung sana~. Itu kesannya agar--err,apa lagi teman Reina yang denger, ASDFGH udah deh,ntu manusia ga bisa ngehargai apa yang disukai orang.
Apalagi misalnya mau nge-dance (Reina juga setengah dancer) udah nyari tempat yang sepi,dan memilih dibelakang kelas,eh waktu para manusia itu tau kami (para kpopers) ke belakang kelas,mereka ikut,dan ngerusuh,wat? itu-- sampeyan minta di gorok hah?
Reina itu orang yang paling gatahan sama orang yang kayak gitu,secara fisik Reina lebih dari cewek di kelas lain dalam hal kekerasan.
Kalau para manusia itu makin menjadi aku tinggal memakai prinsip nya Ogami Rei dari anime Code Breaker "mata dengan mata,gigi dengan gigi,kejahatan dengan kejahatan"

Kalau mau ikut suka juga ayo sini ! gausah malu malu
Yang udah suka juga tapi gaberani muncul takut ikut dibully,ayo sini! 
yang diem diem download mv kpop ayo sini! jangan nonton sendiri!


#SalamLaptopers
#ReinaEmosi

Selamat datang di Pojok Reina Chan!

Yaw~ Selamat datang di Pojok Reina Chan~ kedepannya blog ini bakalan jadi tempat curhatan,tempat diri ini menebar fanfict buatan sendiri..dan hasil gambaran saya mungkin? soalnya Reina suka menggambar >///<
Panggil nya Reina aja ya >3< hobi menggambar,membaca,ngetik,main laptop..
Otaku+Kpopers (ketularan teman teman)
Sebagai Otaku hobi Reina : Menggambar,nonton anime
Sebagai Kpopers hobi Reina : Nonton mv,nyanyi (walau suara udah kek beruang kejepit),dan nge-dance
Kalo ada yang mau di tanya silahkan ya... Gambar dibawah hasil buatan tangan Reina.Ini dari anime gintama
Chara : (dari kiri) Takasugi Shinsuke,Sakata Gintoki,dan Katsura Kotarou
#SalamLaptopers
Gintama
Gintama Joui War

Watashi no Seigan (permohonanku) pt.1

vPermohonan
Genre                        : Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy
!!Warning typo,alur kecepetan,campur bahasa korea
                                                                                                                                                           
“Mazaki Ryu,blue Angel,apakah kau bersedia menerima tugas yang diberikan oleh Pusat ini?termasuk resikonya?”
“Saya siap,dan saya akan menanggung resikonya”
“Baiklah,Petugas! Kirim blue Angel ke Bumi!”
(***)
“Akh…dimana ini… “ Ryu memegang kepala nya yang sakit,tetapi untungnya ia mendarat di rerumputan. “Taman? Oh,bumi…” ia berusaha mengingat ngingat apa yang terjadi kepadanya. Orang orang yang disekitar taman langsung melirik Ryu. *woah,manusia,apa mereka menyadariku??* Tanya Ryu dalam hati.
            Seperti turis tanpa pemandu,Ryu berjalan tanpa arah. Melihat keadaan bumi dengan mata kepalanya sendiri. *tempat ini ternyata tidak lebih baik dari Enchour* pikir Ryu dan membandingkan bumi dengan tempat asalnya. Ia pun tertarik dengan sebuah toko yang menjual bermacam macam bunga.
            Kring… bunyi bel pintu berbunyi saat Ryu membuka pintunya. “aa!! Apa tadi?!” Ryu kaget dengan bunyi bel itu,ia pun melihat kesekelilingnya. “Permisi.. apa anda tertarik dengan bunga disini?” Tanya seorang karyawan disitu. “ya.. mungkin aku akan melihat lihat sebentar..” kata Ryu sambil masuk kedalam dan melihat lihat bunga. Ia merogoh kantong celananya, *oh ada dompet juga,dan kurasa dompet ini tebal sekali* gumam Ryu.
            Beberapa menit berlalu dan Ryu masih berputar putar di toko bunga itu tanpa memiliha salah satu dari semua bunga itu. “Um… bolehkah saya bertanya?” Tanya karyawan toko itu sambil berjalan mendekati Ryu. “Emm?? Oh boleh..” Ryu masih terfokus ke sekumpulan bunga di hadapannya. “Bunga jenis apa yang mau dibeli? Untuk apa? Apakah untuk seseorang atau untuk diri sendiri?” Tanya karyawan tadi. “hm.. bunga yang melambangkan hal yang istimewa untuk diri sendiri mungkin??” Tanya Ryu. “Bagaimana kalau ini? Ini adalah bunga Anemone,menurut bahasa bunga,itu artinya adalah harapan” kata karyawan toko itu sambil menunjuk bunga disampingnya. Bunga itu warna putih dengan corak ungu ditengahnya.
            “Woah,kalau begitu Aku ambil yang ini ya,Anemone!” kata Ryu dengan senang. Karyawan toko bunga itupun tersenyum,lalu membungkus bunga Anemone itu. Ryu pun segera membayarnya. “Emm.. kalau anda tertarik dengan bunga-bunga di toko ini,anda bisa menghubungi nomor ini” kata Karyawan toko itu sambil memberikan selembar kartu kecil. “Oke,terima kasih,aku akan kembali lagi” Ryu tersenyum lalu pergi untuk jalan jalan lagi.
            Ryu pun pergi ketaman terdekat untuk berteduh dan menikmati pemandangan. Ia menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat. “Haahh~ akhirnya… mau kuapakan ya bunga ini? Dan… sebentar,apa aku tidak punya tempat tinggal? Bagaimana dengan sekolah? Apa aku tidak sekolah? Soalnya tubuh ini seperti tubuh anak sekolahan…” Ryu pun mulai diserang beribu ribu pertanyaan untuk dirinya sendiri. Ia melihat lagi dompetnya.
            “Ah!! Ini dia…” Ryu melihat sebuah kartu identitas siswa di dalamnya dan beberapa kartu atm. “aku bersekolah di… aku tidak sekolah? Berarti aku harus mencari sekolah sendiri..Pusat benar benar hebat! Lihat uang-uang ini,lihat kartu ini,sebentar,apa fungsi kartu ini? Kartu bank.. kartu apartemen..INI DIA TEMPAT TINGGALKU!!” Ryu berteriak seperti ikan yang bertemu air,orang orang yang berada disekitarnya langsung terfokus ke Ryu,ia pun langsung ambil seribu langkah dari situ dan menuju alamat yang tertulis di kartu itu.
            Untung saja lokasi apartemen Ryu dekat dengan taman,kalau tidak Ryu bisa tersesat. Saat ia sampai di apartemen bertuliskan nomor 1548. Ia terpaku di depannya. “Apa ini.. apa benar ini,.. tempat tinggalku?! LUAS SEKALI~~” teriak Ryu seperti orang gila sambil lompat keatas kasurnya.
            Ryu memandangi langit langit kamarnya,putih bersih polos. Begitu pula dengan seluruh ruangan apartemennya,dinding,rak,tv,sofa,pintu,semua putih. “Apa yang Pusat pikirkan? Aku ini Blue Angel,bukan White,dan..ruangan apa ini? Ini seperti ruangan pasien yang terisolasi,jiwaku tidak seputih ini kok” gerutu Ryu sambil bangkit duduk dan memikirkan bagaimana mengisi apartemennya yang sudah seperti kamar rumah sakit yang terisolasi ini.
            “Arrgh,aku pikirkan saja nanti,pokoknya aku harus fokus sama yang sekarang,misiku dibumi,siapa aku,harus ngapain…” Ryu pun mulai mengambil dompetnya dan mengobok ngobok isinya. “uang,kartu atm,kartu identitas..aku tidak sekolah tapi kok ada kartu identitas? Pusat melakukan satu kecerobohan..oh..” Ryu menemukan selembar kartu silver diselipan kartu kartu atm nya. “Ini dari toko bunga itu kan,aku akan menghubungi mereka saja untuk mengisi kekosongan apartemenku ini..”
            Ryu pun menghubungi toko bunga itu dan memesan 20 jenis bunga dan 15 tangkai tiap jenis,benar benar—Angel yang aneh,kurasa sudah tumbuh bunga di atas kepalanya. Ryu menatap jam yang menunjukkan jam 14:40 dan pengantar bunga akan datang jam 15:00,Ryu akan menyiapkan banyak vas untuk itu. Ia pun mencari vas keseluruh penjuru apartemen.tapi..
“kenapa tak ada SATUPUN vas di sini?!”
            Ryu yang malang,akan kau letakkan dimana 300 tangkai bungamu itu hah? ,rasanya Ryu telah melakukan kesalahan terbesar selama menjadi Angel,bertindak sebelum berpikir. Tak lama lagi bunga bunga yang Ryu pesan akan tiba dan Ryu hanya berfikir tanpa ujung yang berujung lamunan.
            Tiba-tiba ia tersadarkan oleh bunyi bel apartemennya,ia pun segera membukanya. “Ini bunga yang Anda pesan,mau diletakkan diman—“ namja yang ternyata pengantar bunga itu langsung terdiam saat melihat ruang tamu apartemen Ryu,Putih polos dengan 1 tv,3 sofa,dan 1 laci yang panjang,dan semuanya berwarna putih. “nah itu masalahnya,aku akan membeli vasnya nanti,masuklah,letakkan bunga-bunga ini di sini” kata Ryu sambil cengengesan. Namja yang terpaku tadi itupun masuk dan meletakkan Troli besar berisi 300 tangkai bunga berwarna warni di samping tv.
            “Oh kau karyawan yang menjadi kasir di toko bunga juga kan? Kau menjadi pengantar bunga juga?” tanya Ryu sambil memperhatikan baik baik wajah pengantar bunga itu. “Ah iya—bolehkah saya membantu anda membelikan vas vasnya?” tanya pengantar bunga itu. “Panggil aku Ryu saja,lagian kita terlihat seumuran kan? Karna aku baru pindah kesini,bisa tolong antarkan aku membeli vas sekalian? Soalnya aku tidak tau daerah sini” kata Ryu. “Um—baik—Ryu,namaku Kim Yoshida” Namja gugup itu berusaha tersenyum. “Ah setengah korea ya Yoshida-oppa?” tanya Ryu menggemaskan >3<. “O-oppa?!” Namja setengah korea-jepang itupun kaget dengan panggilan Oppa,karna itu kan panggilan untuk.. pacar.
(***)
            “Ahaha maafkan aku Yoshida,aku Cuma bercanda,maafkan aku ya? Abaikan yang tadi,maafkan aku lagi karna telah merepotkanmu membantuku mengangkut 20 vas bunga ini~” kata Ryu sambil tertawa. Yoshida hanya ikut tertawa melihat namja imut disampingnya ini.
            “Baiklah,karna sudah membantuku membeli vas ini,sekalian membantuku mengisinya ya? Hehe” Ryu hanya tersenyum. Yoshida pun dengan senang hati membantunya.
            Saat mereka sedang membereskan bunga bunga Ryu,tiba tiba Ryu bertanya. “Dimana kau sekolah Yoshida? Kelas berapa? Kok sudah kerja?” Pertanyaan itu membuat Yoshida tersenyum dan menghela napas. “Kau ini banyak tanya sekali ya Ryu” jawab Yoshida yang mulai membiasakan diri dengan sifat Ryu. “Eh? Aku ini lebih tua darimu tau,umurku itu—“ Ryu terdiam sebentar,tak mungkin ia mengatakan kalau umurnya lebih tua dari umur manusia normal kan?. “enam belas tau! Aku yakin kau lebih muda dariku” lanjut Ryu dengan percaya diri.
            “Ehm,baiklah tuan Percaya Diri,aku bersekolah di Shimezaka School kelas 2 SMA,dan umurku de-la-pan-be-las, 18! Aku sudah kerja karna aku ingin hidup mandiri” jawab Yoshida sambil ternsenyum menatap Ryu.
            “18?! Hidup mandiri?! Maafkan aku Yoshida-hyung-san!!” Ryu langsung membungkukkan badannya 90 derajat saat tau bahwa umur Yoshida lebih tua daripada umur yang ia pakai. (-hyung dan –san artinya sama).
            “Tak perlu membungkuk,tak apa,lagian kau sekolah dimana Ryu?” tanya Yoshida sambil melanjutkan menyusun bunga. “Aku—belum memutuskan akan bersekolah dimana..” jawab Ryu lesu. “Oh iya,SMP kan baru tamat kemarin,mau lihat lihat Shimezaka School? Semester baru akan dimulai minggu depan” tanya Yoshida sambil tetap fokus menyusun bunga. “Ah? Tempatmu bersekolah? Baiklah,bisa kita lakukan besok?” tanya Ryu. “Baiklah Ryu,aku juga habis ini akan melanjutkan menjaga toko,besok jam 10 ya,bertemu di depan tokoku” jawab Yoshida. Ryu pun mengangguk senang.
            Setelah sejam berlalu,Yoshida pun pulang untuk melanjutkan kerjanya,sedangkan Ryu berbaring dikasurnya. “Manusia tidak buruk~” katanya sambil memandang bunga yang berwarna warni di hadapannya. Terlalu fokus ke bunga membuatnya melamun dan mulai tertidur dan mendengar suara..
Dia sudah semakin dekat,tak perlu bertahun tahun untuk menemukannya
            Ryu pun membuka matanya *sudah dekat ya…*
(***)

           


 Update seminggu sekali mungkin? :v