vPermohonan
Genre :
Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy
!!Warning typo,alur kecepetan,campur bahasa korea
!!Warning typo,alur kecepetan,campur bahasa korea
“Mazaki Ryu,blue Angel,apakah kau
bersedia menerima tugas yang diberikan oleh Pusat ini?termasuk resikonya?”
“Saya siap,dan saya akan menanggung resikonya”
“Baiklah,Petugas! Kirim blue Angel ke Bumi!”
“Saya siap,dan saya akan menanggung resikonya”
“Baiklah,Petugas! Kirim blue Angel ke Bumi!”
(***)
“Akh…dimana
ini… “ Ryu memegang kepala nya yang sakit,tetapi untungnya ia mendarat di
rerumputan. “Taman? Oh,bumi…” ia berusaha mengingat ngingat apa yang terjadi
kepadanya. Orang orang yang disekitar taman langsung melirik Ryu.
*woah,manusia,apa mereka menyadariku??* Tanya Ryu dalam hati.
Seperti turis tanpa pemandu,Ryu
berjalan tanpa arah. Melihat keadaan bumi dengan mata kepalanya sendiri. *tempat
ini ternyata tidak lebih baik dari Enchour* pikir Ryu dan membandingkan bumi
dengan tempat asalnya. Ia pun tertarik dengan sebuah toko yang menjual bermacam
macam bunga.
Kring… bunyi bel pintu berbunyi saat
Ryu membuka pintunya. “aa!! Apa tadi?!” Ryu kaget dengan bunyi bel itu,ia pun
melihat kesekelilingnya. “Permisi.. apa anda tertarik dengan bunga disini?” Tanya
seorang karyawan disitu. “ya.. mungkin aku akan melihat lihat sebentar..” kata
Ryu sambil masuk kedalam dan melihat lihat bunga. Ia merogoh kantong celananya,
*oh ada dompet juga,dan kurasa dompet ini tebal sekali* gumam Ryu.
Beberapa menit berlalu dan Ryu masih
berputar putar di toko bunga itu tanpa memiliha salah satu dari semua bunga
itu. “Um… bolehkah saya bertanya?” Tanya karyawan toko itu sambil berjalan
mendekati Ryu. “Emm?? Oh boleh..” Ryu masih terfokus ke sekumpulan bunga di
hadapannya. “Bunga jenis apa yang mau dibeli? Untuk apa? Apakah untuk seseorang
atau untuk diri sendiri?” Tanya karyawan tadi. “hm.. bunga yang melambangkan
hal yang istimewa untuk diri sendiri mungkin??” Tanya Ryu. “Bagaimana kalau
ini? Ini adalah bunga Anemone,menurut bahasa bunga,itu artinya adalah harapan”
kata karyawan toko itu sambil menunjuk bunga disampingnya. Bunga itu warna
putih dengan corak ungu ditengahnya.
“Woah,kalau begitu Aku ambil yang
ini ya,Anemone!” kata Ryu dengan senang. Karyawan toko bunga itupun
tersenyum,lalu membungkus bunga Anemone itu. Ryu pun segera membayarnya. “Emm..
kalau anda tertarik dengan bunga-bunga di toko ini,anda bisa menghubungi nomor
ini” kata Karyawan toko itu sambil memberikan selembar kartu kecil. “Oke,terima
kasih,aku akan kembali lagi” Ryu tersenyum lalu pergi untuk jalan jalan lagi.
Ryu pun pergi ketaman terdekat untuk
berteduh dan menikmati pemandangan. Ia menemukan tempat yang cocok untuk
beristirahat. “Haahh~ akhirnya… mau kuapakan ya bunga ini? Dan… sebentar,apa
aku tidak punya tempat tinggal? Bagaimana dengan sekolah? Apa aku tidak
sekolah? Soalnya tubuh ini seperti tubuh anak sekolahan…” Ryu pun mulai
diserang beribu ribu pertanyaan untuk dirinya sendiri. Ia melihat lagi
dompetnya.
“Ah!! Ini dia…” Ryu melihat sebuah
kartu identitas siswa di dalamnya dan beberapa kartu atm. “aku bersekolah di… aku
tidak sekolah? Berarti aku harus mencari sekolah sendiri..Pusat benar benar
hebat! Lihat uang-uang ini,lihat kartu ini,sebentar,apa fungsi kartu ini? Kartu
bank.. kartu apartemen..INI DIA TEMPAT TINGGALKU!!” Ryu berteriak seperti ikan
yang bertemu air,orang orang yang berada disekitarnya langsung terfokus ke
Ryu,ia pun langsung ambil seribu langkah dari situ dan menuju alamat yang
tertulis di kartu itu.
Untung saja lokasi apartemen Ryu
dekat dengan taman,kalau tidak Ryu bisa tersesat. Saat ia sampai di apartemen
bertuliskan nomor 1548. Ia terpaku di depannya. “Apa ini.. apa benar ini,..
tempat tinggalku?! LUAS SEKALI~~” teriak Ryu seperti orang gila sambil lompat
keatas kasurnya.
Ryu memandangi langit langit
kamarnya,putih bersih polos. Begitu pula dengan seluruh ruangan
apartemennya,dinding,rak,tv,sofa,pintu,semua putih. “Apa yang Pusat pikirkan? Aku
ini Blue Angel,bukan White,dan..ruangan apa ini? Ini seperti ruangan pasien
yang terisolasi,jiwaku tidak seputih ini kok” gerutu Ryu sambil bangkit duduk
dan memikirkan bagaimana mengisi apartemennya yang sudah seperti kamar rumah
sakit yang terisolasi ini.
“Arrgh,aku pikirkan saja
nanti,pokoknya aku harus fokus sama yang sekarang,misiku dibumi,siapa aku,harus
ngapain…” Ryu pun mulai mengambil dompetnya dan mengobok ngobok isinya. “uang,kartu
atm,kartu identitas..aku tidak sekolah tapi kok ada kartu identitas? Pusat
melakukan satu kecerobohan..oh..” Ryu menemukan selembar kartu silver diselipan
kartu kartu atm nya. “Ini dari toko bunga itu kan,aku akan menghubungi mereka
saja untuk mengisi kekosongan apartemenku ini..”
Ryu pun menghubungi toko bunga itu
dan memesan 20 jenis bunga dan 15 tangkai tiap jenis,benar benar—Angel yang
aneh,kurasa sudah tumbuh bunga di atas kepalanya. Ryu menatap jam yang menunjukkan
jam 14:40 dan pengantar bunga akan datang jam 15:00,Ryu akan menyiapkan banyak
vas untuk itu. Ia pun mencari vas keseluruh penjuru apartemen.tapi..
“kenapa tak
ada SATUPUN vas di sini?!”
Ryu yang malang,akan kau letakkan
dimana 300 tangkai bungamu itu hah? ,rasanya Ryu telah melakukan kesalahan
terbesar selama menjadi Angel,bertindak sebelum berpikir. Tak lama lagi bunga
bunga yang Ryu pesan akan tiba dan Ryu hanya berfikir tanpa ujung yang berujung
lamunan.
Tiba-tiba ia tersadarkan oleh bunyi
bel apartemennya,ia pun segera membukanya. “Ini bunga yang Anda pesan,mau
diletakkan diman—“ namja yang ternyata pengantar bunga itu langsung terdiam
saat melihat ruang tamu apartemen Ryu,Putih polos dengan 1 tv,3 sofa,dan 1 laci
yang panjang,dan semuanya berwarna putih. “nah itu masalahnya,aku akan membeli
vasnya nanti,masuklah,letakkan bunga-bunga ini di sini” kata Ryu sambil
cengengesan. Namja yang terpaku tadi itupun masuk dan meletakkan Troli besar
berisi 300 tangkai bunga berwarna warni di samping tv.
“Oh kau karyawan yang menjadi kasir
di toko bunga juga kan? Kau menjadi pengantar bunga juga?” tanya Ryu sambil
memperhatikan baik baik wajah pengantar bunga itu. “Ah iya—bolehkah saya
membantu anda membelikan vas vasnya?” tanya pengantar bunga itu. “Panggil aku
Ryu saja,lagian kita terlihat seumuran kan? Karna aku baru pindah kesini,bisa
tolong antarkan aku membeli vas sekalian? Soalnya aku tidak tau daerah sini”
kata Ryu. “Um—baik—Ryu,namaku Kim Yoshida” Namja gugup itu berusaha tersenyum. “Ah
setengah korea ya Yoshida-oppa?”
tanya Ryu menggemaskan >3<. “O-oppa?!” Namja setengah korea-jepang itupun
kaget dengan panggilan Oppa,karna itu
kan panggilan untuk.. pacar.
(***)
“Ahaha maafkan aku Yoshida,aku Cuma
bercanda,maafkan aku ya? Abaikan yang tadi,maafkan aku lagi karna telah
merepotkanmu membantuku mengangkut 20 vas bunga ini~” kata Ryu sambil tertawa.
Yoshida hanya ikut tertawa melihat namja imut disampingnya ini.
“Baiklah,karna
sudah membantuku membeli vas ini,sekalian membantuku mengisinya ya? Hehe” Ryu
hanya tersenyum. Yoshida pun dengan senang hati membantunya.
Saat mereka sedang membereskan bunga
bunga Ryu,tiba tiba Ryu bertanya. “Dimana kau sekolah Yoshida? Kelas berapa? Kok
sudah kerja?” Pertanyaan itu membuat Yoshida tersenyum dan menghela napas. “Kau
ini banyak tanya sekali ya Ryu” jawab Yoshida yang mulai membiasakan diri
dengan sifat Ryu. “Eh? Aku ini lebih tua darimu tau,umurku itu—“ Ryu terdiam
sebentar,tak mungkin ia mengatakan kalau umurnya lebih tua dari umur manusia
normal kan?. “enam belas tau! Aku yakin kau lebih muda dariku” lanjut Ryu
dengan percaya diri.
“Ehm,baiklah tuan Percaya Diri,aku
bersekolah di Shimezaka School kelas 2 SMA,dan umurku de-la-pan-be-las, 18! Aku
sudah kerja karna aku ingin hidup mandiri” jawab Yoshida sambil ternsenyum
menatap Ryu.
“18?! Hidup mandiri?! Maafkan aku
Yoshida-hyung-san!!” Ryu langsung
membungkukkan badannya 90 derajat saat tau bahwa umur Yoshida lebih tua
daripada umur yang ia pakai. (-hyung dan –san
artinya sama).
“Tak perlu membungkuk,tak apa,lagian
kau sekolah dimana Ryu?” tanya Yoshida sambil melanjutkan menyusun bunga. “Aku—belum
memutuskan akan bersekolah dimana..” jawab Ryu lesu. “Oh iya,SMP kan baru tamat
kemarin,mau lihat lihat Shimezaka School? Semester baru akan dimulai minggu
depan” tanya Yoshida sambil tetap fokus menyusun bunga. “Ah? Tempatmu
bersekolah? Baiklah,bisa kita lakukan besok?” tanya Ryu. “Baiklah Ryu,aku juga
habis ini akan melanjutkan menjaga toko,besok jam 10 ya,bertemu di depan tokoku”
jawab Yoshida. Ryu pun mengangguk senang.
Setelah sejam berlalu,Yoshida pun
pulang untuk melanjutkan kerjanya,sedangkan Ryu berbaring dikasurnya. “Manusia
tidak buruk~” katanya sambil memandang bunga yang berwarna warni di hadapannya.
Terlalu fokus ke bunga membuatnya melamun dan mulai tertidur dan mendengar
suara..
Dia sudah semakin
dekat,tak perlu bertahun tahun untuk menemukannya
Ryu pun membuka matanya *sudah dekat
ya…*
(***)
Update seminggu sekali mungkin? :v
Tidak ada komentar:
Posting Komentar