Selasa, 15 Maret 2016

Watashi no Seigan (permohonanku) pt.1

vPermohonan
Genre                        : Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy
!!Warning typo,alur kecepetan,campur bahasa korea
                                                                                                                                                           
“Mazaki Ryu,blue Angel,apakah kau bersedia menerima tugas yang diberikan oleh Pusat ini?termasuk resikonya?”
“Saya siap,dan saya akan menanggung resikonya”
“Baiklah,Petugas! Kirim blue Angel ke Bumi!”
(***)
“Akh…dimana ini… “ Ryu memegang kepala nya yang sakit,tetapi untungnya ia mendarat di rerumputan. “Taman? Oh,bumi…” ia berusaha mengingat ngingat apa yang terjadi kepadanya. Orang orang yang disekitar taman langsung melirik Ryu. *woah,manusia,apa mereka menyadariku??* Tanya Ryu dalam hati.
            Seperti turis tanpa pemandu,Ryu berjalan tanpa arah. Melihat keadaan bumi dengan mata kepalanya sendiri. *tempat ini ternyata tidak lebih baik dari Enchour* pikir Ryu dan membandingkan bumi dengan tempat asalnya. Ia pun tertarik dengan sebuah toko yang menjual bermacam macam bunga.
            Kring… bunyi bel pintu berbunyi saat Ryu membuka pintunya. “aa!! Apa tadi?!” Ryu kaget dengan bunyi bel itu,ia pun melihat kesekelilingnya. “Permisi.. apa anda tertarik dengan bunga disini?” Tanya seorang karyawan disitu. “ya.. mungkin aku akan melihat lihat sebentar..” kata Ryu sambil masuk kedalam dan melihat lihat bunga. Ia merogoh kantong celananya, *oh ada dompet juga,dan kurasa dompet ini tebal sekali* gumam Ryu.
            Beberapa menit berlalu dan Ryu masih berputar putar di toko bunga itu tanpa memiliha salah satu dari semua bunga itu. “Um… bolehkah saya bertanya?” Tanya karyawan toko itu sambil berjalan mendekati Ryu. “Emm?? Oh boleh..” Ryu masih terfokus ke sekumpulan bunga di hadapannya. “Bunga jenis apa yang mau dibeli? Untuk apa? Apakah untuk seseorang atau untuk diri sendiri?” Tanya karyawan tadi. “hm.. bunga yang melambangkan hal yang istimewa untuk diri sendiri mungkin??” Tanya Ryu. “Bagaimana kalau ini? Ini adalah bunga Anemone,menurut bahasa bunga,itu artinya adalah harapan” kata karyawan toko itu sambil menunjuk bunga disampingnya. Bunga itu warna putih dengan corak ungu ditengahnya.
            “Woah,kalau begitu Aku ambil yang ini ya,Anemone!” kata Ryu dengan senang. Karyawan toko bunga itupun tersenyum,lalu membungkus bunga Anemone itu. Ryu pun segera membayarnya. “Emm.. kalau anda tertarik dengan bunga-bunga di toko ini,anda bisa menghubungi nomor ini” kata Karyawan toko itu sambil memberikan selembar kartu kecil. “Oke,terima kasih,aku akan kembali lagi” Ryu tersenyum lalu pergi untuk jalan jalan lagi.
            Ryu pun pergi ketaman terdekat untuk berteduh dan menikmati pemandangan. Ia menemukan tempat yang cocok untuk beristirahat. “Haahh~ akhirnya… mau kuapakan ya bunga ini? Dan… sebentar,apa aku tidak punya tempat tinggal? Bagaimana dengan sekolah? Apa aku tidak sekolah? Soalnya tubuh ini seperti tubuh anak sekolahan…” Ryu pun mulai diserang beribu ribu pertanyaan untuk dirinya sendiri. Ia melihat lagi dompetnya.
            “Ah!! Ini dia…” Ryu melihat sebuah kartu identitas siswa di dalamnya dan beberapa kartu atm. “aku bersekolah di… aku tidak sekolah? Berarti aku harus mencari sekolah sendiri..Pusat benar benar hebat! Lihat uang-uang ini,lihat kartu ini,sebentar,apa fungsi kartu ini? Kartu bank.. kartu apartemen..INI DIA TEMPAT TINGGALKU!!” Ryu berteriak seperti ikan yang bertemu air,orang orang yang berada disekitarnya langsung terfokus ke Ryu,ia pun langsung ambil seribu langkah dari situ dan menuju alamat yang tertulis di kartu itu.
            Untung saja lokasi apartemen Ryu dekat dengan taman,kalau tidak Ryu bisa tersesat. Saat ia sampai di apartemen bertuliskan nomor 1548. Ia terpaku di depannya. “Apa ini.. apa benar ini,.. tempat tinggalku?! LUAS SEKALI~~” teriak Ryu seperti orang gila sambil lompat keatas kasurnya.
            Ryu memandangi langit langit kamarnya,putih bersih polos. Begitu pula dengan seluruh ruangan apartemennya,dinding,rak,tv,sofa,pintu,semua putih. “Apa yang Pusat pikirkan? Aku ini Blue Angel,bukan White,dan..ruangan apa ini? Ini seperti ruangan pasien yang terisolasi,jiwaku tidak seputih ini kok” gerutu Ryu sambil bangkit duduk dan memikirkan bagaimana mengisi apartemennya yang sudah seperti kamar rumah sakit yang terisolasi ini.
            “Arrgh,aku pikirkan saja nanti,pokoknya aku harus fokus sama yang sekarang,misiku dibumi,siapa aku,harus ngapain…” Ryu pun mulai mengambil dompetnya dan mengobok ngobok isinya. “uang,kartu atm,kartu identitas..aku tidak sekolah tapi kok ada kartu identitas? Pusat melakukan satu kecerobohan..oh..” Ryu menemukan selembar kartu silver diselipan kartu kartu atm nya. “Ini dari toko bunga itu kan,aku akan menghubungi mereka saja untuk mengisi kekosongan apartemenku ini..”
            Ryu pun menghubungi toko bunga itu dan memesan 20 jenis bunga dan 15 tangkai tiap jenis,benar benar—Angel yang aneh,kurasa sudah tumbuh bunga di atas kepalanya. Ryu menatap jam yang menunjukkan jam 14:40 dan pengantar bunga akan datang jam 15:00,Ryu akan menyiapkan banyak vas untuk itu. Ia pun mencari vas keseluruh penjuru apartemen.tapi..
“kenapa tak ada SATUPUN vas di sini?!”
            Ryu yang malang,akan kau letakkan dimana 300 tangkai bungamu itu hah? ,rasanya Ryu telah melakukan kesalahan terbesar selama menjadi Angel,bertindak sebelum berpikir. Tak lama lagi bunga bunga yang Ryu pesan akan tiba dan Ryu hanya berfikir tanpa ujung yang berujung lamunan.
            Tiba-tiba ia tersadarkan oleh bunyi bel apartemennya,ia pun segera membukanya. “Ini bunga yang Anda pesan,mau diletakkan diman—“ namja yang ternyata pengantar bunga itu langsung terdiam saat melihat ruang tamu apartemen Ryu,Putih polos dengan 1 tv,3 sofa,dan 1 laci yang panjang,dan semuanya berwarna putih. “nah itu masalahnya,aku akan membeli vasnya nanti,masuklah,letakkan bunga-bunga ini di sini” kata Ryu sambil cengengesan. Namja yang terpaku tadi itupun masuk dan meletakkan Troli besar berisi 300 tangkai bunga berwarna warni di samping tv.
            “Oh kau karyawan yang menjadi kasir di toko bunga juga kan? Kau menjadi pengantar bunga juga?” tanya Ryu sambil memperhatikan baik baik wajah pengantar bunga itu. “Ah iya—bolehkah saya membantu anda membelikan vas vasnya?” tanya pengantar bunga itu. “Panggil aku Ryu saja,lagian kita terlihat seumuran kan? Karna aku baru pindah kesini,bisa tolong antarkan aku membeli vas sekalian? Soalnya aku tidak tau daerah sini” kata Ryu. “Um—baik—Ryu,namaku Kim Yoshida” Namja gugup itu berusaha tersenyum. “Ah setengah korea ya Yoshida-oppa?” tanya Ryu menggemaskan >3<. “O-oppa?!” Namja setengah korea-jepang itupun kaget dengan panggilan Oppa,karna itu kan panggilan untuk.. pacar.
(***)
            “Ahaha maafkan aku Yoshida,aku Cuma bercanda,maafkan aku ya? Abaikan yang tadi,maafkan aku lagi karna telah merepotkanmu membantuku mengangkut 20 vas bunga ini~” kata Ryu sambil tertawa. Yoshida hanya ikut tertawa melihat namja imut disampingnya ini.
            “Baiklah,karna sudah membantuku membeli vas ini,sekalian membantuku mengisinya ya? Hehe” Ryu hanya tersenyum. Yoshida pun dengan senang hati membantunya.
            Saat mereka sedang membereskan bunga bunga Ryu,tiba tiba Ryu bertanya. “Dimana kau sekolah Yoshida? Kelas berapa? Kok sudah kerja?” Pertanyaan itu membuat Yoshida tersenyum dan menghela napas. “Kau ini banyak tanya sekali ya Ryu” jawab Yoshida yang mulai membiasakan diri dengan sifat Ryu. “Eh? Aku ini lebih tua darimu tau,umurku itu—“ Ryu terdiam sebentar,tak mungkin ia mengatakan kalau umurnya lebih tua dari umur manusia normal kan?. “enam belas tau! Aku yakin kau lebih muda dariku” lanjut Ryu dengan percaya diri.
            “Ehm,baiklah tuan Percaya Diri,aku bersekolah di Shimezaka School kelas 2 SMA,dan umurku de-la-pan-be-las, 18! Aku sudah kerja karna aku ingin hidup mandiri” jawab Yoshida sambil ternsenyum menatap Ryu.
            “18?! Hidup mandiri?! Maafkan aku Yoshida-hyung-san!!” Ryu langsung membungkukkan badannya 90 derajat saat tau bahwa umur Yoshida lebih tua daripada umur yang ia pakai. (-hyung dan –san artinya sama).
            “Tak perlu membungkuk,tak apa,lagian kau sekolah dimana Ryu?” tanya Yoshida sambil melanjutkan menyusun bunga. “Aku—belum memutuskan akan bersekolah dimana..” jawab Ryu lesu. “Oh iya,SMP kan baru tamat kemarin,mau lihat lihat Shimezaka School? Semester baru akan dimulai minggu depan” tanya Yoshida sambil tetap fokus menyusun bunga. “Ah? Tempatmu bersekolah? Baiklah,bisa kita lakukan besok?” tanya Ryu. “Baiklah Ryu,aku juga habis ini akan melanjutkan menjaga toko,besok jam 10 ya,bertemu di depan tokoku” jawab Yoshida. Ryu pun mengangguk senang.
            Setelah sejam berlalu,Yoshida pun pulang untuk melanjutkan kerjanya,sedangkan Ryu berbaring dikasurnya. “Manusia tidak buruk~” katanya sambil memandang bunga yang berwarna warni di hadapannya. Terlalu fokus ke bunga membuatnya melamun dan mulai tertidur dan mendengar suara..
Dia sudah semakin dekat,tak perlu bertahun tahun untuk menemukannya
            Ryu pun membuka matanya *sudah dekat ya…*
(***)

           


 Update seminggu sekali mungkin? :v

Tidak ada komentar:

Posting Komentar