v Permohonan pt.2
Genre :
Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy.
Warning!!Typo,alur kecepetan.
Rate T untuk saat ini.
Dia sudah semakin dekat,tak perlu
bertahun tahun untuk menemukannya
Ryu pun membuka matanya *sudah dekat
ya…*
(***)
Hari sudah berganti,sesuai janji,jam
10 di depan toko Yoshida. *Mana Yoshida? Dia belum datang,di dalam toko juga
tak ada,sudah lewat 15 menit* Ryu yang tidak suka membuang buang waktu hampir
pasrah untuk menunggu kedatangan Yoshida,sebelum sebuah suara memanggilnya..
“Ryu !” dari kejauhan tampak Yoshida
yang sedang berlari sambil meneriakkan nama Ryu. *ah,itu dia* . “Maafkan aku--
terlambat,aku bangun kesiangan,kalau begitu--ayo” Yoshida berusaha bicara
tenang setelah berlari jauh. “Apa tidak istirahat dulu? Aku tau kau kelelahan”
kata Ryu. Yoshida menggeleng dan langsung mengajak Ryu ke stasiun terdekat
untuk naik kereta menuju daerah Shimezaka School.
“Jadi..seperti apa Shimezaka School
ini?” Tanya Ryu saat ditengah perjalanan di dalam kereta. “Kau akan tahu saat
melihatnya sendiri” kata Yoshida sambil tersenyum,Ryu pun hanya mengangguk
pelan.
Saat mereka sampai di daerah tempat
dimana yang mereka tuju..
“Jadi..daerah mana ini?” Tanya Ryu. “Kau
benar benar tak tahu daerah ini ya? Ini daerah Kyoto,dekat dengan daerah tempat
tinggal kita,Osaka” jawab Yoshida. “Soalnya aku dibesarkan dipulau
terpencil,dan tak pernah keluar pulau itu,walaupun disana hampir mirip dengan
Osaka,tapi aku sama sekali tak tahu akan daerah luar,jadi ya… begitulah” kata
Ryu mengarang cerita. “Oh begitu..pantas saja kulitmu putih salju” kata
Yoshida. Ryu pun melihat lengannya dan mengangguk pelan.
Mereka pun akhirnya sampai di depan
pagar sekolah yang disebut sebagai Shimezaka School ini,setelah berbicara
dengan penjaga gerbang,akhirnya mereka diperbolehkan masuk. Saat masuk
halaman,mereka disambut oleh hamparan rumput hijau,disebelah kanan gedung
adalah taman,sedangkan disebelah kiri gedung adalah lapangan olahraga. Gedung
dibagi menjadi 3 bagian; Gedung utama diisi oleh Perpustakaan 1 dan
perpustakaan 2,kantor guru,aula,dan beberapa ruang kosong untuk dipakai
klub. Sedangkan gedung yang berada
disebelah kanan gedung utama adalah tempatnya kelas 1 dan 2,gedung sebelah kiri
gedung utama adalah bangunan khusus kelas 3.
Ryu dan Yoshida pun berjalan jalan
mengelilingi Shimezaka School sambil meminum minuman yang Ryu bawa di tas
selempangnya. “Apakah uang sekolahnya,besar? Maksudku,apa mahal? Saat kita
masuk saja rasanya sudah seperti padang rumput” kata Ryu. “Ya lumayan lah,tapi
jika sudah masuk kesini pasti tak menyesal,sekolah ini termasuk sekolah
favorit,jadi..terserah padamu mau apa tidaknya” kata Yoshida. “Bagaimana kau
membayar uang sekolah mu yang lumayan ini dengan pekerjaanmu? Bukan meremehkan
maksudku..ya gitu” Tanya Ryu heran. “Aku masuk dengan beasiswa,walaupun setiap
hari juga dikirim uang bulanan oleh orangtua ku” jawab Yoshida.
“Oh iya,setiap penerimaan murid
baru,sekolah ini mengadakan seleksi beasiswa,tesnya sangat sulit,jadi
kusarankan kalau mau masuk dengan beasiswa IQ mu harus diatas rata rata” lanjut
Yoshida lagi. “Oh..berarti kau termasuk murid genius ya,tenang..IQ ku juga
diatas rata rata kok” balas Ryu sambil memasang muka smirk. *Iya maksudnya IQ ku diatas rata rata manusia* gumam Ryu
dalam hatinya.
Saat mereka menuju gedung utama,ada
orang lain juga yang sedang di sekolah,yang ternyata adalah murid Shimezaka
School. “Oi,Yuki!” panggil Yoshida dari kejauhan. Orang yang dipanggil pun
menoleh,”Oh ketua osis Yoshida! Ada apa? Kok datang kesekolah?” Tanya orang
yang bernama Yuki itu. “oh,aku sedang menemani calon murid baru disekolah kita
ini untuk melihat lihat” jawab Yoshida.
“Ryu,ini yuki,Yuki ini Ryu” Kata
Yoshida sambil memperkenalkan Ryu ke Yuki. “Oh namanya Ryu,sifatmu tiba-tiba
berubah seperti ini Yoshida,biasanya kan—“
TAK! Sebelum Yuki selesai berbicara,Yoshida langsung menjitak kepala
Yuki. “Aww,apaan sih? Kalau begitu aku harus mengurus hal lainnya,Baiklah
Ryu,sampai ketemu saat penyambutan murid baru~ daah~” Yuki melambaikan
tangannya sambil berlalu pergi.
Setelah selesai melihat lihat
Shimezaka School,Yoshida dan Ryu pun kembali ke Osaka.Yoshida memberikan Ryu
daftar apa saja yang harus dimiliki oleh murid Shimezaka. “Apa semua barang ini
ada di Osaka?” Tanya Ryu sambil memperhatikan daftar yang diberikan Yoshida. “Ada,malahan
lengkap,mau kutunjukkan tempatnya?” tawar Yoshida,takutnya Ryu tersesat. “Ah
tidak,sepertinya aku tau kok,terima kasih ya Yoshida,aku akan berusaha untuk
test nanti” Ryu berterima kasih kepada Yoshida sampai membungkuk. “Ah tidak
apa,kalau ada yang ingin ditanyakan,telepon saja nomorku ya” kata Yoshida. “tapi
aku tidak punya nomormu,hanya nomor tokomu” Seingat Ryu pun Yoshida tak pernah
memberikan nomor teleponnya. “Lihat dibalik kartu nama kemarin” Yoshida pun
tertawa kecil. “Apa ini suatu kebetulan,haha. Oke aku akan pulang dulu,sampai
jumpa di penyambutan siswa baru,Ketua Osis!” kata Ryu sambil melambaikan
tangannya dan berjalan pulang menuju apartemennya.
(***)
Saat Ryu sudah sampai di apartemennya,ia
benar-benar menghayati daftar barang-barang yang harus ia miliki. *barang apa
ini..harus beli dimana..* hanya kata-kata itu yang berputar di dalam otak Ryu.
*ternyata banyak hal yang belum kuketahui tentang manusia ya* pikirnya.
Setelah memutar semalaman,ia pun
teringat akan ponselnya yang bisa men-search
gugel. Ia pun mencari cari info tentang barang-barang yang dibutuhkannya.
Setelah setengah mati mencari digugel,keesokan harinya ia mulai menjelajahi
Osaka untuk mencari barang-barang kebutuhannya.
Saat Ryu bersiap-siap akan tidur,hp
nya bergetar diatas meja nakasnya. Ia pun cepat-cepat mengangkatnya. “Moshi
moshi,Ryu disini..” kata Ryu setengah ngantuk “Maafkan aku Ryu menghubungimu
tengah malam seperti ini,aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah membeli
barang-barang yang kau butuhkan? Apa perlu bantuan?” tanya suara diseberang sana yang ternyata
adalah Yoshida.
“Ah,Yoshida,kirain siapa,soalnya aku
belum men-save nomor hp mu,aku akan
membelinya besok kok,tak apa,aku tak butuh bantuan,terima kasih,hoah—“ Ryu
mulai menguap. “Oke kalau begitu.. sebentar.. aku dapat info kalau tes beasiswa
akan dilaksanakan lusa,bersiap siaplah,jaa” Yoshida pun menutup hp nya. Ryu pun
berjalan dengan setengah sadar menuju kasurnya dan mulai tak sadarkan diri dan ambruk
pas diatas kasurnya.
Kau sudah punya semua
yang kau butuhkan,kami serahkan semua sisanya padamu,kekuatan yang bisa kau
pakai hanya satu,pedang api birumu ,pesan terakhir kami,Pusat.
Ryu pun terbangun kembali,pesan itu
singkat tetapi entah kenapa ia bangun saat hari sudah pagi. Ia pun teringat
bahwa hari ini ia akan sibuk sekali. Secepat kilat ia segera membersihkan diri
dan memakai satu-satunya baju yang ada di lemarinya,ia menambah daftar
belanjanya ; baju. Ia benar-benar butuh
baju.
Ryu berjalan menuju pusat
perbelanjaan terdekat,ia pun membeli beberapa baju yang menurutnya
bagus,dan..berwarna biru semua,dan beberapa celana panjang dan pendek. Lalu
jangan lupa perlengkapan sekolah.
Setelah menenteng beberapa kantong
belanja,ia menuju toko elektronik untuk membeli sebuah laptop. Ia memilih
laptop berwarna..biru (lagi). Saat ia ingin membayarnya,uangnya tinggal
beberapa lembar lagi,ia pun mengambil kartu atm yang bercorak emas dan silver. “Wah,kartu
unlimited,pasti anda benar-benar kaya ya” kata penjaga toko elektronik itu. Ryu
hanya tersenyum dan berjalan pulang. Jika orang-orang melihat Ryu yang
menenteng banyak tas belanjaan pasti mereka berpikir ‘wah,tumben ada lelaki
shopaholic’ atau yang berpikiran ‘istrinya benar benar menyiksanya ya’. Dan
yang ada dipikiran Ryu adalah *menjadi manusia itu ribeett*.
Sesampainya dirumah,hari sudah malam
dan Ryu benar-benar lelah rasanya tulang punggung dan kakinya mau patah.
Setelah baring-baring sebentar,ia langsung beres-beres dan bersiap siap untuk
keluar apartemen lagi dikarenakan makanan didalam kulkas Ryu sudah habis. Ia
pun memilih untuk makan di sebuah restoran kecil.
Ia memesan tuna sushi dan lemon tea.
Terlintas dipikirannya *sedang apa Yoshida sekarang? Apa aku harus membungkus
beberapa makanan untuknya?*. Tiba-tiba dari belakang,seseorang menepuk pundak Ryu,ia pun tersedak dan langsung
meminum lemon tea nya. “Ah,maaf maaf” kata seseorang itu. Ryu pun melihat
kebelakangnya, “Yuki? Yuki kan? Sedang apa disini?” tanya Ryu kaget,lelaki yang
bertemu dengannya baru 3 hari yang lalu di sekolah Shimezaka bertemu lagi di
restoran.”Tadi aku melihatmu dari luar,makan sendirian..apa aku boleh duduk
disini?” tanya Yuki sambil memegang kursi di hadapan Ryu . “Oh silahkan” kata Ryu
sambil tersenyum.
Yuki pun memesan secangkir kopi. “jadi..kau
tidak bersama Yoshida? Apa kalian sedang bertengkar?” Yuki benar benar
memberikan pertanyaan ambigu. “Oh? Memang kenapa? Apa aku tampak sedekat itu
dengan Yoshida?” tanya Ryu heran.“Ehh? Kukira kalian ini sepasang kekasih? Bukan
ya?” tanya Yuki. Ryu menggelengkan kepalanya.
“Emang ga biasa ya dua lelaki berjalan berdua?” tanya Ryu. “Bukan gitu
sih.. hanya saja Yoshida itu orangnya..dingin..kejam,dan bermotto dimakan atau
memakan,dia dijuluki Red Yoshi” kata Yuki dengan wajah serius. “Kau bercanda? Dia
itu ramah tau,dia sudah banyak membantuku” kata Ryu tak percaya,tetapi melihat
wajah Yuki yang serius,dia ragu. “yahh,lagipula itu setahun yang lalu,sifatnya
juga lama lama berubah,jaga dia ya,sampai jumpa,maaf jika mengganggumu” Yuki
pun beranjak dari tempat duduknya dan buru-buru pergi.
“Dia seperti sedang dikejar kejar
setan saja,kenapa sih?” Tanya Ryu. Ia pun lanjut meminum lemon teanya karna
sushinya sudah habis. Ia pun segera beranjak pergi dan membayar makanannya.
Saat diluar restoran,ia melihat Yuki berjalan cepat, “Lho bukannya sudah agak
lama ya dia keluar?” Tanya Ryu heran.
“Ryu!” suara seseorang mengagetkan
Ryu lagi. “Yoshidaaa,kukira siapa..kok disini?” Tanya Ryu. “Tadi aku melihatmu
sedang didalam sendirian” kata Yoshida. “Apa kau berpapasan dengan Yuki tadi? Soalnya
ia belum jauh kulihat” kata Ryu sambil melihat lurus kearah jalan dimana Yuki
berjalan cepat tadi. “Tidak.. hey Ryu,apa kau serius keluar malam malam seperti
ini hanya memakai kaos lengan panjang? Tidak merasa kedinginan?” Tanya
Yoshida,ia memperhatikan Ryu dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Biasa
saja,kalau begitu aku akan pulang,aku akan bersiap untuk tes besok,doakan aku
ya” kata Ryu. “Baiklah,sampai jumpa dipenerimaan siswa baru” kata Yoshida. Ryu
pun membalasnya dengan senyuman,lalu berjalan menuju apartemennya yang berjarak
beberapa blok dari restoran. Ditengah perjalanan,ia membeli beberapa bahan
makanan untuk kebutuhannya sebulan kedepan.
(***)
Kriiingg… tek. Ryu mematikan
bekernya,dilihatnya jam bekernya menunjukkan angka 05:30 AM. Ia pun bangun dari
tempat tidurnya,membuka gorden. *Langit masih biru..* pikirnya.
Ia pun segera membersihkan diri,dan
membuat sarapan. Saat sarapan,ia melihat jam tangannya menunjukkan 06.00,ia pun
segera menghabiskan sarapannya,mengambil tas dan berlari menuju stasiun untuk
menuju Kyoto,lebih tepatnya Shimezaka School. Perjalanan dari Osaka menuju
Kyoto memakan waktu sekitar 20 menit.
Saat di stasiun,ia melihat ramainya
stasiun dipagi hari. Ia pun perlu sekuat tenaga untuk keluar dari keramaian
itu,diingat tingginya yang hanya 162 itu harus membuatnya terburu-buru agar tak
terinjak-injak.
.
.
Ia pun sudah sampai digerbang, ia
melihat jam tangannya menunjukkan angka 06:35. Memakai kaos lengan
penjang,celana jeans hitam,rambut coklat muda dengan sedikit warna biru tua
dibagian poninya dan memakai sepatu sekolah yang lumayan bermerek. Orang-orang
memandanginya dengan tatapan ‘woah’,bagaimana tidak,cewek saja akan dibuat
melelah dengan wajah imutnya,apalagi cowok. /ehem/
Ia pun mengerjakan tes dengan
mudahnya dan menjadi yang pertama mengumpulkan lembar jawabannya,sedangkan yang
lain mungkin sedang banting otak. Jangan ditanya,dia bukan manusia dan IQ nya
diatas rata-rata manusia tentunya. Ia keluar ruangan tes sambil meregangkan
otot ototnya yang kaku karna sejam duduk dikursi.
Sambil menunggu yang lain selesai,ia
berkeliling untuk melihat kembali Shimezaka School ini. Satu persatu orang
orang pun keluar ruangan tes dengan wajah lesu,beberapa ada yang berwajah
percaya diri. Ryu pun menuju kantinnya,disana sudah ada beberapa orang yang
duduk dan makan. Ryu pun membeli 2 bungkus onigiri dan sekaleng soda,mencari
tempat duduk yang diujung,yang sepi.
Saat ia sedang makan,beberapa orang
mendekati nya. “Boleh kami duduk disini?” Tanya salah satu dari mereka. Karna
meja yang Ryu tempati panjang dan memuat banyak kursi,tak mungkin ia berkata ‘ini
wilayahku,Ryu! Ingat itu’ . Ia pun mengangguk dan melanjutkan makan.
Mereka pun saling memperkenalkan
diri kepada Ryu dan berbincang bincang sebentar. “kau yang tadi pertama keluar
ruangan tes kan? Bagaimana menurutmu tesnya?” Tanya orang yang duduk
dihadapannya. “Yah…lumayan sulit” sebenarnya Ryu ingin menjawab ‘Sangat
gampang,sampai aku ingin mengerjakan yang 10 kali lebih sulit’ tetapi ia ingat
posisinya. Orang-orang yang mendengarnya hanya menganga. “Biasanya selesai
tes,mereka akan berkumpul dan membicarakan tesnya yang sulitnya tak bisa
dijangkau murid SMA,tetapi kau hanya duduk dipojokan seperti ini,tampaknya kau
ini jenius ya” kata orang yang duduk ditengah. Ryu pun hanya tersipu
mendengarnya dan tertawa kecil.
Beberapa jam kemudian mereka,para
calon murid dikumpulkan disebuah aula yang sudah tertata banyak kursi. Ryu dan
teman-teman barunya tadi pun duduk dibarisan depan. Mereka sangat deg-degan
menunggu hasil,siapakah yang akan mendapatkan beasiswa.
Sang ketua osis,Kim Yoshida,naik
keatas podium memegang beberapa lembar kertas. Terdengar beberapa teriakan
perempuan dan bisik-bisikan. “Itu si Ketua osis!!” “Yaampun Kim Yoshidaa~” “demi
laptop tersayang,dia sangat tampaaan~~”. “Kim Yoshida benar-benar populer
diantara wanita wanita,tak diragukan lagi,dia benar benar sangat populer,sampai
calon murid pun mengenalnya” kata laki-laki yang duduk disamping Ryu. Ryu pun
hanya mengangguk-ngangguk. *Ooh..ini sisi lain seorang Kim Yoshida* gumamnya
dalam hati.
Sang ketua osis pun sedikit
berpidato lalu mengumumkan siapa yang mengambil beasiswa itu. “Yang memperoleh
nilai tertinggi,sekaligus yang menjadi siswa terpilih yang mendapatkan beasiswa…”
terjadi jeda yang menyebabkan ketegangan terjadi. Aula itu begitu hening.
Yoshida pun tersenyum kecil ke Ryu, *Oh dia menemukanku* kagetnya dalam hati. “Mazaki,dia
tersenyum kearahmu” bisik teman disebelahnya. “Mazaki Ryu!” kata Yoshida dengan
lantang. Ryu pun sangat senang hingga rasanya ia ingin mengeluarkan sayapnya
dan terbang.
Semua calon murid siswa Shimezaka
pun langsung ribut dan berbisik-bisik. “Oh,dia yang pertama selesai tes kan?” “orang
yang berponi biru kan?” “manusia imut itu?”. Teman-teman baru Ryu pun bertepuk
tangan dan menepuk-nepuk pundak Ryu. “Ada yang ingin kau ucapkan sedikit Ryu?” Tanya
Yoshida lewat mikrofon. “Dia langsung memanggilnya dengan nama belakang?!” “siapa
sebenarnya dia?” “apa hubungannya dengan Yoshida??” ,para cewek mulai berisik
lagi. Ryu hanya menggeleng lalu tersenyum. “Baiklah..sepertinya teman kita
Mazaki Ryu,terlalu senang hingga Speechles,kertas
hasil tes sudah kami tempelkan di madding,sekarang semuanya boleh bubar” kata
Yoshida.
Setelah bubar,Ryu pun dipanggil
keruangan Osis dan ternyata ia ditunjuk untuk pidato perwakilan siswa saat
penerimaan siswa baru,dengan senang hati Ryu menerimanya. Yoshida pun senang
karna ia tak salah menunjuk orang.
(***)
Tidak ada komentar:
Posting Komentar