Rabu, 23 Maret 2016

Watashi no Seigan (permohonanku pt.2)

v Permohonan pt.2
Genre                        : Sho-ai,school life,comedy,sad,fantasy.
Warning!!Typo,alur kecepetan.
Rate T  untuk saat ini.
                                                                                                                                           
Dia sudah semakin dekat,tak perlu bertahun tahun untuk menemukannya
            Ryu pun membuka matanya *sudah dekat ya…*
(***)
            Hari sudah berganti,sesuai janji,jam 10 di depan toko Yoshida. *Mana Yoshida? Dia belum datang,di dalam toko juga tak ada,sudah lewat 15 menit* Ryu yang tidak suka membuang buang waktu hampir pasrah untuk menunggu kedatangan Yoshida,sebelum sebuah suara memanggilnya..
            “Ryu !” dari kejauhan tampak Yoshida yang sedang berlari sambil meneriakkan nama Ryu. *ah,itu dia* . “Maafkan aku-- terlambat,aku bangun kesiangan,kalau begitu--ayo” Yoshida berusaha bicara tenang setelah berlari jauh. “Apa tidak istirahat dulu? Aku tau kau kelelahan” kata Ryu. Yoshida menggeleng dan langsung mengajak Ryu ke stasiun terdekat untuk naik kereta menuju daerah Shimezaka School.
            “Jadi..seperti apa Shimezaka School ini?” Tanya Ryu saat ditengah perjalanan di dalam kereta. “Kau akan tahu saat melihatnya sendiri” kata Yoshida sambil tersenyum,Ryu pun hanya mengangguk pelan.
            Saat mereka sampai di daerah tempat dimana yang mereka tuju..
            “Jadi..daerah mana ini?” Tanya Ryu. “Kau benar benar tak tahu daerah ini ya? Ini daerah Kyoto,dekat dengan daerah tempat tinggal kita,Osaka” jawab Yoshida. “Soalnya aku dibesarkan dipulau terpencil,dan tak pernah keluar pulau itu,walaupun disana hampir mirip dengan Osaka,tapi aku sama sekali tak tahu akan daerah luar,jadi ya… begitulah” kata Ryu mengarang cerita. “Oh begitu..pantas saja kulitmu putih salju” kata Yoshida. Ryu pun melihat lengannya dan mengangguk pelan.
            Mereka pun akhirnya sampai di depan pagar sekolah yang disebut sebagai Shimezaka School ini,setelah berbicara dengan penjaga gerbang,akhirnya mereka diperbolehkan masuk. Saat masuk halaman,mereka disambut oleh hamparan rumput hijau,disebelah kanan gedung adalah taman,sedangkan disebelah kiri gedung adalah lapangan olahraga. Gedung dibagi menjadi 3 bagian; Gedung utama diisi oleh Perpustakaan 1 dan perpustakaan 2,kantor guru,aula,dan beberapa ruang kosong untuk dipakai klub.  Sedangkan gedung yang berada disebelah kanan gedung utama adalah tempatnya kelas 1 dan 2,gedung sebelah kiri gedung utama adalah bangunan khusus kelas 3.
            Ryu dan Yoshida pun berjalan jalan mengelilingi Shimezaka School sambil meminum minuman yang Ryu bawa di tas selempangnya. “Apakah uang sekolahnya,besar? Maksudku,apa mahal? Saat kita masuk saja rasanya sudah seperti padang rumput” kata Ryu. “Ya lumayan lah,tapi jika sudah masuk kesini pasti tak menyesal,sekolah ini termasuk sekolah favorit,jadi..terserah padamu mau apa tidaknya” kata Yoshida. “Bagaimana kau membayar uang sekolah mu yang lumayan ini dengan pekerjaanmu? Bukan meremehkan maksudku..ya gitu” Tanya Ryu heran. “Aku masuk dengan beasiswa,walaupun setiap hari juga dikirim uang bulanan oleh orangtua ku” jawab Yoshida.
            “Oh iya,setiap penerimaan murid baru,sekolah ini mengadakan seleksi beasiswa,tesnya sangat sulit,jadi kusarankan kalau mau masuk dengan beasiswa IQ mu harus diatas rata rata” lanjut Yoshida lagi. “Oh..berarti kau termasuk murid genius ya,tenang..IQ ku juga diatas rata rata kok” balas Ryu sambil memasang muka smirk. *Iya maksudnya IQ ku diatas rata rata manusia* gumam Ryu dalam hatinya.
            Saat mereka menuju gedung utama,ada orang lain juga yang sedang di sekolah,yang ternyata adalah murid Shimezaka School. “Oi,Yuki!” panggil Yoshida dari kejauhan. Orang yang dipanggil pun menoleh,”Oh ketua osis Yoshida! Ada apa? Kok datang kesekolah?” Tanya orang yang bernama Yuki itu. “oh,aku sedang menemani calon murid baru disekolah kita ini untuk melihat lihat” jawab Yoshida.
            “Ryu,ini yuki,Yuki ini Ryu” Kata Yoshida sambil memperkenalkan Ryu ke Yuki. “Oh namanya Ryu,sifatmu tiba-tiba berubah seperti ini Yoshida,biasanya kan—“  TAK! Sebelum Yuki selesai berbicara,Yoshida langsung menjitak kepala Yuki. “Aww,apaan sih? Kalau begitu aku harus mengurus hal lainnya,Baiklah Ryu,sampai ketemu saat penyambutan murid baru~ daah~” Yuki melambaikan tangannya sambil berlalu pergi.
            Setelah selesai melihat lihat Shimezaka School,Yoshida dan Ryu pun kembali ke Osaka.Yoshida memberikan Ryu daftar apa saja yang harus dimiliki oleh murid Shimezaka. “Apa semua barang ini ada di Osaka?” Tanya Ryu sambil memperhatikan daftar yang diberikan Yoshida. “Ada,malahan lengkap,mau kutunjukkan tempatnya?” tawar Yoshida,takutnya Ryu tersesat. “Ah tidak,sepertinya aku tau kok,terima kasih ya Yoshida,aku akan berusaha untuk test nanti” Ryu berterima kasih kepada Yoshida sampai membungkuk. “Ah tidak apa,kalau ada yang ingin ditanyakan,telepon saja nomorku ya” kata Yoshida. “tapi aku tidak punya nomormu,hanya nomor tokomu” Seingat Ryu pun Yoshida tak pernah memberikan nomor teleponnya. “Lihat dibalik kartu nama kemarin” Yoshida pun tertawa kecil. “Apa ini suatu kebetulan,haha. Oke aku akan pulang dulu,sampai jumpa di penyambutan siswa baru,Ketua Osis!” kata Ryu sambil melambaikan tangannya dan berjalan pulang menuju apartemennya.
(***)
            Saat Ryu sudah sampai di apartemennya,ia benar-benar menghayati daftar barang-barang yang harus ia miliki. *barang apa ini..harus beli dimana..* hanya kata-kata itu yang berputar di dalam otak Ryu. *ternyata banyak hal yang belum kuketahui tentang manusia ya* pikirnya.
            Setelah memutar semalaman,ia pun teringat akan ponselnya yang bisa men-search gugel. Ia pun mencari cari info tentang barang-barang yang dibutuhkannya. Setelah setengah mati mencari digugel,keesokan harinya ia mulai menjelajahi Osaka untuk mencari barang-barang kebutuhannya.
            Saat Ryu bersiap-siap akan tidur,hp nya bergetar diatas meja nakasnya. Ia pun cepat-cepat mengangkatnya. “Moshi moshi,Ryu disini..” kata Ryu setengah ngantuk “Maafkan aku Ryu menghubungimu tengah malam seperti ini,aku hanya ingin bertanya apakah kau sudah membeli barang-barang yang kau butuhkan? Apa perlu bantuan?”  tanya suara diseberang sana yang ternyata adalah Yoshida.
            “Ah,Yoshida,kirain siapa,soalnya aku belum men-save nomor hp mu,aku akan membelinya besok kok,tak apa,aku tak butuh bantuan,terima kasih,hoah—“ Ryu mulai menguap. “Oke kalau begitu.. sebentar.. aku dapat info kalau tes beasiswa akan dilaksanakan lusa,bersiap siaplah,jaa” Yoshida pun menutup hp nya. Ryu pun berjalan dengan setengah sadar menuju kasurnya dan mulai tak sadarkan diri dan ambruk pas diatas kasurnya.
Kau sudah punya semua yang kau butuhkan,kami serahkan semua sisanya padamu,kekuatan yang bisa kau pakai hanya satu,pedang api birumu ,pesan terakhir kami,Pusat.
            Ryu pun terbangun kembali,pesan itu singkat tetapi entah kenapa ia bangun saat hari sudah pagi. Ia pun teringat bahwa hari ini ia akan sibuk sekali. Secepat kilat ia segera membersihkan diri dan memakai satu-satunya baju yang ada di lemarinya,ia menambah daftar belanjanya ;  baju. Ia benar-benar butuh baju.
            Ryu berjalan menuju pusat perbelanjaan terdekat,ia pun membeli beberapa baju yang menurutnya bagus,dan..berwarna biru semua,dan beberapa celana panjang dan pendek. Lalu jangan lupa perlengkapan sekolah.
            Setelah menenteng beberapa kantong belanja,ia menuju toko elektronik untuk membeli sebuah laptop. Ia memilih laptop berwarna..biru (lagi). Saat ia ingin membayarnya,uangnya tinggal beberapa lembar lagi,ia pun mengambil kartu atm yang bercorak emas dan silver. “Wah,kartu unlimited,pasti anda benar-benar kaya ya” kata penjaga toko elektronik itu. Ryu hanya tersenyum dan berjalan pulang. Jika orang-orang melihat Ryu yang menenteng banyak tas belanjaan pasti mereka berpikir ‘wah,tumben ada lelaki shopaholic’ atau yang berpikiran ‘istrinya benar benar menyiksanya ya’. Dan yang ada dipikiran Ryu adalah *menjadi manusia itu ribeett*.
            Sesampainya dirumah,hari sudah malam dan Ryu benar-benar lelah rasanya tulang punggung dan kakinya mau patah. Setelah baring-baring sebentar,ia langsung beres-beres dan bersiap siap untuk keluar apartemen lagi dikarenakan makanan didalam kulkas Ryu sudah habis. Ia pun memilih untuk makan di sebuah restoran kecil.
            Ia memesan tuna sushi dan lemon tea. Terlintas dipikirannya *sedang apa Yoshida sekarang? Apa aku harus membungkus beberapa makanan untuknya?*. Tiba-tiba dari belakang,seseorang menepuk  pundak Ryu,ia pun tersedak dan langsung meminum lemon tea nya. “Ah,maaf maaf” kata seseorang itu. Ryu pun melihat kebelakangnya, “Yuki? Yuki kan? Sedang apa disini?” tanya Ryu kaget,lelaki yang bertemu dengannya baru 3 hari yang lalu di sekolah Shimezaka bertemu lagi di restoran.”Tadi aku melihatmu dari luar,makan sendirian..apa aku boleh duduk disini?” tanya Yuki sambil memegang kursi di hadapan Ryu . “Oh silahkan” kata Ryu sambil tersenyum.
            Yuki pun memesan secangkir kopi. “jadi..kau tidak bersama Yoshida? Apa kalian sedang bertengkar?” Yuki benar benar memberikan pertanyaan ambigu. “Oh? Memang kenapa? Apa aku tampak sedekat itu dengan Yoshida?” tanya Ryu heran.“Ehh? Kukira kalian ini sepasang kekasih? Bukan ya?” tanya Yuki. Ryu menggelengkan kepalanya.  “Emang ga biasa ya dua lelaki berjalan berdua?” tanya Ryu. “Bukan gitu sih.. hanya saja Yoshida itu orangnya..dingin..kejam,dan bermotto dimakan atau memakan,dia dijuluki Red Yoshi” kata Yuki dengan wajah serius. “Kau bercanda? Dia itu ramah tau,dia sudah banyak membantuku” kata Ryu tak percaya,tetapi melihat wajah Yuki yang serius,dia ragu. “yahh,lagipula itu setahun yang lalu,sifatnya juga lama lama berubah,jaga dia ya,sampai jumpa,maaf jika mengganggumu” Yuki pun beranjak dari tempat duduknya dan buru-buru pergi.
            “Dia seperti sedang dikejar kejar setan saja,kenapa sih?” Tanya Ryu. Ia pun lanjut meminum lemon teanya karna sushinya sudah habis. Ia pun segera beranjak pergi dan membayar makanannya. Saat diluar restoran,ia melihat Yuki berjalan cepat, “Lho bukannya sudah agak lama ya dia keluar?” Tanya Ryu heran.
            “Ryu!” suara seseorang mengagetkan Ryu lagi. “Yoshidaaa,kukira siapa..kok disini?” Tanya Ryu. “Tadi aku melihatmu sedang didalam sendirian” kata Yoshida. “Apa kau berpapasan dengan Yuki tadi? Soalnya ia belum jauh kulihat” kata Ryu sambil melihat lurus kearah jalan dimana Yuki berjalan cepat tadi. “Tidak.. hey Ryu,apa kau serius keluar malam malam seperti ini hanya memakai kaos lengan panjang? Tidak merasa kedinginan?” Tanya Yoshida,ia memperhatikan Ryu dari ujung kaki sampai ujung kepala. “Biasa saja,kalau begitu aku akan pulang,aku akan bersiap untuk tes besok,doakan aku ya” kata Ryu. “Baiklah,sampai jumpa dipenerimaan siswa baru” kata Yoshida. Ryu pun membalasnya dengan senyuman,lalu berjalan menuju apartemennya yang berjarak beberapa blok dari restoran. Ditengah perjalanan,ia membeli beberapa bahan makanan untuk kebutuhannya sebulan kedepan.
(***)
            Kriiingg… tek. Ryu mematikan bekernya,dilihatnya jam bekernya menunjukkan angka 05:30 AM. Ia pun bangun dari tempat tidurnya,membuka gorden. *Langit masih biru..* pikirnya.
            Ia pun segera membersihkan diri,dan membuat sarapan. Saat sarapan,ia melihat jam tangannya menunjukkan 06.00,ia pun segera menghabiskan sarapannya,mengambil tas dan berlari menuju stasiun untuk menuju Kyoto,lebih tepatnya Shimezaka School. Perjalanan dari Osaka menuju Kyoto memakan waktu sekitar 20 menit.
            Saat di stasiun,ia melihat ramainya stasiun dipagi hari. Ia pun perlu sekuat tenaga untuk keluar dari keramaian itu,diingat tingginya yang hanya 162 itu harus membuatnya terburu-buru agar tak terinjak-injak.
.
.
            Ia pun sudah sampai digerbang, ia melihat jam tangannya menunjukkan angka 06:35. Memakai kaos lengan penjang,celana jeans hitam,rambut coklat muda dengan sedikit warna biru tua dibagian poninya dan memakai sepatu sekolah yang lumayan bermerek. Orang-orang memandanginya dengan tatapan ‘woah’,bagaimana tidak,cewek saja akan dibuat melelah dengan wajah imutnya,apalagi cowok. /ehem/
            Ia pun mengerjakan tes dengan mudahnya dan menjadi yang pertama mengumpulkan lembar jawabannya,sedangkan yang lain mungkin sedang banting otak. Jangan ditanya,dia bukan manusia dan IQ nya diatas rata-rata manusia tentunya. Ia keluar ruangan tes sambil meregangkan otot ototnya yang kaku karna sejam duduk dikursi.
           Sambil menunggu yang lain selesai,ia berkeliling untuk melihat kembali Shimezaka School ini. Satu persatu orang orang pun keluar ruangan tes dengan wajah lesu,beberapa ada yang berwajah percaya diri. Ryu pun menuju kantinnya,disana sudah ada beberapa orang yang duduk dan makan. Ryu pun membeli 2 bungkus onigiri dan sekaleng soda,mencari tempat duduk yang diujung,yang sepi.
            Saat ia sedang makan,beberapa orang mendekati nya. “Boleh kami duduk disini?” Tanya salah satu dari mereka. Karna meja yang Ryu tempati panjang dan memuat banyak kursi,tak mungkin ia berkata ‘ini wilayahku,Ryu! Ingat itu’ . Ia pun mengangguk dan melanjutkan makan.
            Mereka pun saling memperkenalkan diri kepada Ryu dan berbincang bincang sebentar. “kau yang tadi pertama keluar ruangan tes kan? Bagaimana menurutmu tesnya?” Tanya orang yang duduk dihadapannya. “Yah…lumayan sulit” sebenarnya Ryu ingin menjawab ‘Sangat gampang,sampai aku ingin mengerjakan yang 10 kali lebih sulit’ tetapi ia ingat posisinya. Orang-orang yang mendengarnya hanya menganga. “Biasanya selesai tes,mereka akan berkumpul dan membicarakan tesnya yang sulitnya tak bisa dijangkau murid SMA,tetapi kau hanya duduk dipojokan seperti ini,tampaknya kau ini jenius ya” kata orang yang duduk ditengah. Ryu pun hanya tersipu mendengarnya dan tertawa kecil.
            Beberapa jam kemudian mereka,para calon murid dikumpulkan disebuah aula yang sudah tertata banyak kursi. Ryu dan teman-teman barunya tadi pun duduk dibarisan depan. Mereka sangat deg-degan menunggu hasil,siapakah yang akan mendapatkan beasiswa.
            Sang ketua osis,Kim Yoshida,naik keatas podium memegang beberapa lembar kertas. Terdengar beberapa teriakan perempuan dan bisik-bisikan. “Itu si Ketua osis!!” “Yaampun Kim Yoshidaa~” “demi laptop tersayang,dia sangat tampaaan~~”. “Kim Yoshida benar-benar populer diantara wanita wanita,tak diragukan lagi,dia benar benar sangat populer,sampai calon murid pun mengenalnya” kata laki-laki yang duduk disamping Ryu. Ryu pun hanya mengangguk-ngangguk. *Ooh..ini sisi lain seorang Kim Yoshida* gumamnya dalam hati.
            Sang ketua osis pun sedikit berpidato lalu mengumumkan siapa yang mengambil beasiswa itu. “Yang memperoleh nilai tertinggi,sekaligus yang menjadi siswa terpilih yang mendapatkan beasiswa…” terjadi jeda yang menyebabkan ketegangan terjadi. Aula itu begitu hening. Yoshida pun tersenyum kecil ke Ryu, *Oh dia menemukanku* kagetnya dalam hati. “Mazaki,dia tersenyum kearahmu” bisik teman disebelahnya. “Mazaki Ryu!” kata Yoshida dengan lantang. Ryu pun sangat senang hingga rasanya ia ingin mengeluarkan sayapnya dan terbang.
            Semua calon murid siswa Shimezaka pun langsung ribut dan berbisik-bisik. “Oh,dia yang pertama selesai tes kan?” “orang yang berponi biru kan?” “manusia imut itu?”. Teman-teman baru Ryu pun bertepuk tangan dan menepuk-nepuk pundak Ryu. “Ada yang ingin kau ucapkan sedikit Ryu?” Tanya Yoshida lewat mikrofon. “Dia langsung memanggilnya dengan nama belakang?!” “siapa sebenarnya dia?” “apa hubungannya dengan Yoshida??” ,para cewek mulai berisik lagi. Ryu hanya menggeleng lalu tersenyum. “Baiklah..sepertinya teman kita Mazaki Ryu,terlalu senang hingga Speechles,kertas hasil tes sudah kami tempelkan di madding,sekarang semuanya boleh bubar” kata Yoshida.
            Setelah bubar,Ryu pun dipanggil keruangan Osis dan ternyata ia ditunjuk untuk pidato perwakilan siswa saat penerimaan siswa baru,dengan senang hati Ryu menerimanya. Yoshida pun senang karna ia tak salah menunjuk orang.

(***)

Tidak ada komentar:

Posting Komentar